banner 120x600
KODIM  

‎Jadikan Pelajar Sebagai Garda Pelindung Alam, Tim Seskoad Edukasi Karhutla di Mandastana

‎BARITO KUALA — Tim Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di lingkungan pendidikan, tepatnya di SMAN 1 Mandastana, Desa Tabing Rimbah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, pada Selasa (15/09). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang kerap mengancam wilayah Kalimantan Selatan.

‎Tim pelaksana dipimpin oleh Letkol Caj Sigit S. Wibowo, S.Psi., M.Psi., didampingi Kapten Inf Supriyanto selaku narasumber. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Sekolah SMAN 1 Mandastana Ibu Purwaning Astuti, S.Pd., M.Pd., Babinsa Sertu Heri Susilo, serta para dewan guru dan seluruh siswa-siswi yang hadir menyimak penyampaian materi dengan penuh perhatian.

‎Dalam kesempatan tersebut, Letkol Caj Sigit S. Wibowo, S.Psi., M.Psi. menyampaikan bahwa penyuluhan ini dilakukan karena peran generasi muda sangatlah strategis dalam menjaga lingkungan hidup. “Kami sengaja hadir di kalangan pelajar karena kesadaran lingkungan yang tertanam sejak usia sekolah akan menjadi benteng yang kokoh di masa depan. Pencegahan Karhutla bukan hanya tugas aparat atau pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa, termasuk para siswa sebagai penerus bangsa yang akan mewarisi bumi ini,” ujarnya di hadapan para peserta. Ia juga menegaskan bahwa pendekatan edukatif di sekolah diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian yang menyeluruh, sehingga setiap siswa tidak hanya memahami bahaya api, tetapi juga berani mengajak keluarga dan lingkungan sekitar ikut menjaga alam.

‎Sementara itu, sebagai narasumber, Kapten Inf Supriyanto memaparkan secara rinci mengenai penyebab, dampak, serta langkah-langkah konkret pencegahan dan penanggulangan dini Karhutla. “Perlu dipahami bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak pepohonan, tetapi juga mengancam kesehatan, mengganggu sumber penghidupan, hingga merusak keseimbangan ekosistem yang butuh waktu puluhan tahun untuk terbentuk kembali. Jangan pernah memandang remeh pembakaran lahan yang dianggap biasa, karena percikan kecil dapat meluas menjadi bencana besar,” tegasnya. Ia juga mengajak para siswa untuk menjadi pelopor dan pelapor, yaitu tidak melakukan pembakaran sekaligus berani melaporkan jika melihat indikasi kebakaran atau praktik pembakaran lahan di lingkungan tempat tinggal mereka.

‎Kepala Sekolah SMAN 1 Mandastana menyambut baik kedatangan Tim Seskoad dan berharap kegiatan serupa dapat berlanjut guna memperkuat pemahaman lingkungan di kalangan warga sekolah. Kegiatan berlangsung secara tertib, interaktif, dan penuh semangat, di mana para siswa tampak antusias menerima wawasan baru sekaligus berkomitmen untuk ikut menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.

‎Kehadiran Tim Seskoad di SMAN 1 Mandastana menjadi bukti nyata perhatian TNI dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, sekaligus mempererat sinergi antara institusi militer dan dunia pendidikan demi terciptanya lingkungan yang aman, bersih, dan lestari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *