banner 120x600
KODIM  

Gerak Cepat Koramil 1010-01/Bungur dan BPBD Amankan Lokasi Kebakaran Lahan

TAPIN – Respons cepat dan sinergi yang solid kembali ditunjukkan aparat gabungan dalam menangani kebakaran lahan semak belukar yang terjadi di Jalan Tarantang, Kelurahan Rangda Malingkung, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Selasa (28/07/2026). Berkat koordinasi yang baik antara TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait lainnya, kebakaran berhasil dipadamkan sebelum meluas ke wilayah yang lebih luas.

Kebakaran diketahui terjadi di kawasan lahan semak belukar dengan titik koordinat -2.942411, 115.167822. Sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat, personel BPBD Kabupaten Tapin bersama anggota Posko Gabungan TNI-Polri segera bergerak menuju lokasi guna melakukan upaya pemadaman dan mencegah api menjalar ke area sekitar.

Dalam proses penanganan, tim gabungan mengerahkan 1 unit mobil pemadam kebakaran milik BPBD Kabupaten Tapin yang didukung personel Koramil 1010-01/Bungur, Polsek Bungur, serta petugas BPBD Kabupaten Tapin. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penyemprotan air pada titik-titik api yang masih aktif, sekaligus membuat sekat basah untuk menghentikan penyebaran kobaran api.

Berkat kesigapan seluruh personel di lapangan, api berhasil dikendalikan dalam waktu yang relatif singkat sehingga tidak sempat merambat ke lahan lain maupun mengancam permukiman warga dan fasilitas umum di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil pendataan sementara, luas lahan semak belukar yang terbakar diperkirakan mencapai ±0,5 hektare. Tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan terhadap bangunan dalam peristiwa tersebut.

Usai pemadaman, petugas gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. Mereka melakukan pendinginan pada area yang terbakar untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali. Selain itu, pemantauan juga dilakukan di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi apabila muncul titik api baru.

Danramil 1010-01/Bungur Kapten Inf Firman mengatakan bahwa keberhasilan pemadaman merupakan hasil sinergi yang baik antara TNI, Polri, BPBD, serta seluruh unsur yang terlibat di lapangan. Menurutnya, koordinasi yang cepat menjadi faktor utama dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.

“Kami mengapresiasi kerja sama seluruh personel yang bergerak cepat dalam memadamkan api. Alhamdulillah, titik api berhasil dipadamkan dan situasi saat ini sudah aman. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas, terutama di musim kemarau. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta kepedulian dalam melaporkan setiap indikasi kebakaran menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan lingkungan dan mencegah terjadinya bencana yang lebih besar.

Sementara itu, petugas di lapangan juga memberikan sosialisasi dan imbauan kepada warga sekitar agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Mengingat kondisi cuaca yang cenderung panas dan minim curah hujan, lahan semak belukar yang kering sangat mudah terbakar sehingga berpotensi menimbulkan kebakaran yang cepat meluas apabila tidak segera ditangani.

Sinergitas antara TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat selama ini menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam penanganan berbagai kejadian kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Tapin. Melalui kesiapsiagaan personel dan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat, diharapkan potensi kerugian akibat kebakaran dapat ditekan semaksimal mungkin.

Hingga kegiatan penanganan selesai, seluruh titik api dinyatakan telah berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi kejadian aman serta kondusif. Meski demikian, aparat gabungan akan terus meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah-wilayah yang rawan terjadi kebakaran sebagai langkah antisipasi selama musim kemarau berlangsung.(1010).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *