banner 120x600
KODIM  

‎Bersama Satgas Gabungan, Koramil Mandastana Berjibaku Padamkan Api di Puntik Tengah‎

‎BARITO KUALA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Barito Kuala, tepatnya di Desa Puntik Tengah, Kecamatan Mandastana, pada Senin (21/09). Menanggapi kejadian tersebut, Koramil 1005-05/Mandastana bergerak cepat mengerahkan personilnya yang kemudian bergabung dalam satuan tugas gabungan untuk melakukan upaya pemadaman secara langsung di lokasi kejadian.

‎Tim gabungan yang dikerahkan terdiri dari 2 personil Koramil 05/Mandastana, 2 personil Polsek Mandastana, 1 tim BPK Rimba Rescue Baru beranggotakan 6 orang, 1 tim BPK Wisang Geni beranggotakan 8 orang, serta para relawan yang turut berjibaku memadamkan api. Dalam operasi ini, tim menggunakan 8 unit mobil Damkar dan 1 unit SPM Tosa untuk menyalurkan air ke titik-titik kebakaran.

‎Hingga saat ini, luas lahan yang terbakar tercatat sekitar 2 hektar berupa kawasan semak belukar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun api belum dapat dipadamkan sepenuhnya. Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah debit air yang berkurang serta tiupan angin kencang yang menyulitkan proses pemadaman dan berpotensi memperluas jangkauan api.

‎Mewakili Komandan Kodim 1005/Barito Kuala, Pasi Ops Kodim Kapten Inf Sugianto menyampaikan bahwa kecepatan penanganan di lapangan merupakan prioritas utama agar kebakaran tidak meluas ke pemukiman warga maupun kawasan hutan lainnya. “Kami mengerahkan seluruh kekuatan yang tersedia di wilayah untuk segera turun ke lokasi begitu menerima laporan, karena penundaan sesaat saja dapat memperbesar kerugian yang ditimbulkan,” ujar Kapten Sugianto. Ia menegaskan bahwa sinergi antara unsur TNI, kepolisian, lembaga pemadam kebakaran, dan relawan menjadi kunci kekuatan dalam menghadapi bencana ini.

‎Kapten Sugianto juga menjelaskan bahwa kendala alam yang dihadapi saat ini memang tidak mudah, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat seluruh personil yang bertugas. “Kondisi debit air yang menipis dan angin yang kencang memang memperlambat proses pemadaman, tetapi hal itu tidak membuat kami berhenti. Kami terus berupaya mencari sumber air alternatif dan mengatur strategi penyerangan api agar dapat dikendalikan secepatnya,” tambahnya.

‎Ia meminta seluruh warga untuk tetap waspada, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, dan segera melaporkan jika melihat tanda-tanda kebakaran di lingkungannya.

‎Lebih lanjut, Kapten Sugianto menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan mengerahkan bantuan tambahan jika diperlukan. “Kami belum akan berhenti sebelum api benar-benar padam dan dinyatakan aman. Seluruh jajaran akan tetap siaga dan menjaga wilayah binaan dari ancaman Karhutla demi keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan,” tegasnya.

‎Saat ini tim gabungan masih terus berupaya meredakan api dengan segala cara yang tersedia, berharap perubahan kondisi cuaca yang lebih mendukung akan segera terjadi sehingga proses pemadaman dapat berjalan lebih efektif dan tuntas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *