TAPIN – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Tapin mendapat dukungan dari personel Kodim 1010/Tapin yang turun ke lapangan pada Rabu (21/10/2026) untuk menangani dua lokasi terdampak.
Keterlibatan personel TNI tersebut merupakan perbantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin dalam percepatan penanganan Karhutla dan pencegahan meluasnya kebakaran.
Kebakaran pertama dilaporkan terjadi di semak belukar sepanjang Jalan Bypass Lingkar Binuang, Kecamatan Binuang, dengan estimasi luas lahan yang terbakar sekitar satu hektare.
Di lokasi ini, anggota Koramil Binuang bersama relawan BPK Barata, BPK Sapat dan BPK Balantak menangani kebakaran dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Api berhasil dipadamkan, kemudian petugas melakukan pemantauan untuk mencegah kebakaran kambuh.
Kebakaran kedua terjadi di persawahan dan semak belukar Desa Baringin A, Kecamatan Candi Laras Selatan, dengan luas area terdampak diperkirakan sekitar tiga hektare.
Penanganan di lokasi kedua melibatkan personel TNI-Polri, BPBD Kabupaten Tapin, PMI, relawan BPK, dan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA). Lima unit pemadam dikerahkan termasuk satu unit mobil Damkar Kodim 1010/Tapin.
Dari kedua kejadian tersebut, total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai empat hektare. Seluruh titik api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa, namun petugas tetap melakukan pemantauan dan pembasahan ulang pada area rawan.
Pasiops Kodim 1010/Tapin, Kapten Inf Asep, menyatakan bahwa keterlibatan Babinsa dan personel Koramil adalah bagian dari kesiapsiagaan TNI dalam mendukung tugas penanggulangan bencana bersama BPBD serta unsur terkait.
“Babinsa memiliki tanggung jawab kewilayahan, termasuk membantu penanganan Karhutla. Kehadiran mereka di lapangan bukan hanya membantu pemadaman, tetapi juga memastikan koordinasi dengan petugas dan masyarakat berjalan baik,” jelasnya.
Kapten Inf Asep mengingatkan agar personel dan relawan selalu mengutamakan keselamatan ketika menjalankan tugas, mengingat kondisi lahan yang mudah terbakar dan adanya potensi timbulnya titik api kembali.
“Jangan lengah meskipun api sudah padam. Pastikan lokasi benar-benar aman, lakukan pemantauan dan pembasahan ulang apabila diperlukan. Keselamatan petugas harus tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Selain itu, Kapten Inf Asep mengimbau masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda kebakaran.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Hindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dan segera laporkan jika melihat kepulan asap atau titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya.(1010)






