banner 120x600
KODIM  

Siap Menang Siap Kalah, Pesan Kunci Dandim Barito Kuala di Depan Para Calon Kades

Barito Kuala – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menggelar kegiatan puncak Deklarasi Damai Pilkades Serentak dan Pilkades Antar Waktu Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026, yang berlangsung khidmat dan penuh semangat persatuan di Aula Selidah Pemda Kabupaten Barito Kuala, Jalan Pangeran Antasari No. 01, Kelurahan Marabahan Kota, Kecamatan Marabahan, pada Jumat (29/05). Acara ini menjadi tonggak penting dalam memastikan pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa berjalan aman, tertib, jujur, adil, dan bebas dari konflik sosial maupun keamanan di seluruh wilayah Bumi Selidah.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh unsur pimpinan daerah, aparat penegak hukum, penyelenggara pemilu, serta seluruh calon Kepala Desa yang akan bertarung dalam kontestasi demokrasi tahun ini. Di antara tokoh utama yang hadir adalah Bupati Kabupaten Barito Kuala, Dr. H. Bahrul Ilmi, S.H., M.H., Dandim 1005/Barito Kuala, Letkol Inf Anton Mahriadi., S.Sos., Kapolres Barito Kuala, AKBP Anib Bastian, S.I.K., M.H., Ketua DPRD Kabupaten Barito Kuala, Ayu Dyan Liliana Sari Wiryono, A.md, Keb., Kasubsi 1 Intel Kejaksaan Negeri Barito Kuala, Tri Adji Prasetiyo Wibowo, S.H., Ketua KPU Kabupaten Barito Kuala, Rusdiansyah, S.P., Ketua Bawaslu Kabupaten Barito Kuala, Muhammad Syaifi, S.Pd., S.H., Kehadiran seluruh elemen strategis ini menegaskan bahwa keberhasilan Pilkades merupakan tanggung jawab kolektif seluruh komponen bangsa.

Deklarasi Damai yang dilaksanakan ini merupakan pernyataan dan komitmen resmi dari seluruh calon Kepala Desa untuk saling berjanji menyukseskan pelaksanaan pemilihan yang demokratis, berintegritas, dan menjauhi segala bentuk praktik yang berpotensi memecah belah persatuan warga. Tujuan utama kegiatan ini adalah meredam sejak dini segala potensi konflik, gesekan, atau ketegangan yang mungkin timbul akibat persaingan politik, mengingat kedekatan emosional antarwarga di tingkat desa yang sangat kuat dan erat.

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Barito Kuala, Dr. H. Bahrul Ilmi, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya deklarasi ini sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. “Pemerintah Kabupaten Barito Kuala mengapresiasi atas terlaksananya Deklarasi Damai Pilkades Serentak dan Pilkades Antar Waktu Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan pelaksanaan pemilihan kepala desa yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Barito Kuala,” ujar Bupati Bahrul Ilmi di hadapan seluruh peserta kegiatan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pada tahun 2026 ini, Kabupaten Barito Kuala akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa Serentak yang mencakup 25 desa yang tersebar di 12 kecamatan, serta Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu di 12 desa pada 8 kecamatan. Dengan cakupan wilayah yang cukup luas dan jumlah desa yang banyak, diperlukan dukungan serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat agar seluruh tahapan pelaksanaan pemilihan dapat berjalan lancar dan sukses hingga tuntas. “Deklarasi damai ini kami harapkan mampu memperkuat tekad bersama antara pemerintah, panitia pelaksana, calon kepala desa, dan masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, serta mewujudkan proses pemilihan yang demokratis, profesional, netral, dan bebas dari konflik,” tambahnya.

Bupati juga mengajak seluruh calon untuk menjadikan ajang ini sebagai sarana menunjukkan kualitas diri dan gagasan, bukan ajang saling menjatuhkan. “Saya mengajak dan mengimbau seluruh calon kepala desa agar berkompetisi secara sehat dengan mengedepankan visi, misi, dan program kerja yang konstruktif, serta mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara bijak demi terpilihnya pemimpin desa yang amanah, berintegritas, dan mampu membawa kemajuan serta kesejahteraan bagi masyarakat desa masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 1005/Barito Kuala, Letkol Inf Anton Mahriadi., S.Sos., dalam sambutannya menekankan bahwa Pilkades bukan sekadar pemilihan pemimpin, melainkan momentum strategis demokrasi yang sangat penting di tingkat paling bawah. Menurutnya, melalui proses inilah masyarakat akan menentukan sosok yang akan membawa arah kebijakan dan kemajuan desanya selama delapan tahun ke depan. Namun demikian, Letkol Anton juga mengingatkan karakteristik khusus kontestasi ini. “Pilkades merupakan momentum demokrasi yang sangat penting di tingkat desa. Lewat proses inilah masyarakat akan memilih pemimpin yang akan membawa arah kemajuan desa selama 8 tahun ke depan. Namun, kita juga harus menyadari bahwa kontestasi politik di tingkat lokal seperti Pilkades ini memiliki kedekatan emosional yang sangat tinggi antar warga,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Dandim, segala potensi gesekan sekecil apa pun harus diantisipasi dan dicegah sejak awal, sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Ia menegaskan bahwa deklarasi ini bukan sekadar seremonial biasa atau sekadar tanda tangan di atas kertas, melainkan sebuah ikrar moral dan janji suci yang harus dipegang teguh. “Oleh karena itu, potensi gesekan sekecil apa pun harus kita antisipasi sejak dini. Deklarasi Damai yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar seremonial atau tanda tangan di atas kertas belaka. Ini adalah komitmen moral, janji suci kita bersama terutama para calon kepala desa untuk menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketertiban di Bumi Selidah yang kita cintai ini,” jelas Letkol Anton Mahriadi dengan tegas.

Pihaknya juga menegaskan komitmen penuh dari jajaran TNI bersama Polri untuk memastikan seluruh rangkaian tahapan Pilkades berjalan aman dan tertib dengan prinsip netralitas mutlak. “Kami dari jajaran Kodim 1005/Barito Kuala menegaskan bahwa TNI bersama Polri berkomitmen penuh untuk mengawal dan mengamankan jalannya seluruh tahapan Pilkades Serentak maupun Pilkades Antar Waktu tahun 2026 ini. Kami akan bersikap netral, demi memastikan pesta demokrasi tingkat desa ini berjalan dengan jujur, adil, aman, dan transparan,” tambahnya.

Di akhir penyampaiannya, Dandim memberikan pesan mendalam kepada seluruh calon dan pendukungnya mengenai semangat sportivitas dalam berdemokrasi. Ia mengingatkan bahwa dalam sebuah kompetisi pasti ada yang terpilih dan ada yang belum, namun persaudaraan antarwarga harus tetap menjadi prioritas utama. “Kompetisi tentu ada yang menang dan ada yang kalah. Pesan saya, tanamkan dalam jiwa prinsip: ‘Siap Menang, dan Siap Kalah.’ Bagi yang terpilih nanti, rangkul kembali seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan pilihan politik. Dan bagi yang belum terpilih, tunjukkan jiwa ksatria, dukung pemimpin yang baru demi kemajuan desa Anda. Jaga simpatisan dan pendukung masing-masing agar tidak melakukan tindakan provokatif yang dapat merusak persaudaraan kita di Barito Kuala,” pesan Letkol Anton.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan dan keamanan pelaksanaan Pilkades sangat bergantung pada sinergi yang kokoh antar semua pihak. “Keamanan dan ketertiban desa tidak akan terwujud tanpa adanya sinergi yang kuat antara Panitia Pilkades, para Calon Kepala Desa, aparat keamanan, dan peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Mari kita buktikan bahwa masyarakat Kabupaten Barito Kuala adalah masyarakat yang dewasa dalam berdemokrasi, santun, dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal serta persaudaraan,” tutupnya.

Kegiatan Deklarasi Damai ini ditutup dengan penandatanganan naskah komitmen damai oleh seluruh calon Kepala Desa yang diikuti dengan doa bersama, sebagai simbol kesatuan hati dan tekad bulat untuk menjaga keutuhan serta kedamaian di seluruh wilayah Kabupaten Barito Kuala. Dengan terlaksananya deklarasi ini, diharapkan seluruh rangkaian tahapan Pilkades Serentak dan Antar Waktu Tahun 2026 berjalan sukses, aman, damai, dan melahirkan pemimpin desa terbaik yang mampu mengemban amanah serta membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat desa.(1005).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *