HULU SUNGAI SELATAN – Sebagai wujud nyata kehadiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di tengah masyarakat, Kodim 1003/Hulu Sungai Selatan (HSS) membangun Jembatan Perintis Garuda dengan konstruksi jembatan gantung di Desa Hulu Banyu, Kecamatan Loksado. Pembangunan ini menjadi solusi atas terputusnya akses warga akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2025 lalu. Kamis (16/4/26)
Jembatan gantung lama penghubung antar dusun Datarmangkung dengan Desa tumingki Kecamatan Lokasdo hanyut diterjang banjir. Kondisi tersebut membuat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan warga menjadi terhambat selama lebih dari setahun. Menjawab persoalan di lapangan, Kodim 1003/HSS bergerak cepat merealisasikan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda.
Komandan Kodim 1003/HSS Letkol Inf Ading Priyotantoko, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan implementasi program prioritas Presiden RI yang dijalankan jajaran TNI di wilayah.
“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur fisik. Tujuannya membuka akses wilayah yang terisolasi, menghubungkan dua wilayah yang terpisah sungai, mempercepat distribusi hasil pertanian dan ekonomi, serta mempermudah akses pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat pedesaan atau daerah terpencil,” tegas Dandim 1003/HSS saat ditemui di ruang kerjanya.
Letkol Inf Ading Priyotantoko menambahkan Kodim 1003/HSS saat ini menangani pembangunan tiga titik Jembatan Perintis Garuda yang ditargetkan rampung sesuai jadwal. Dua titik berada di Datarmangkung Dusun Tumingki, Desa Hulu Banyu, Kecamatan Loksado. Sementara satu titik lainnya berlokasi di Kecamatan Padang Batung.
Dalam pelaksanaannya, Kodim 1003/HSS tidak bekerja sendiri. Prajurit TNI bahu membahu bersama masyarakat setempat dalam semangat gotong royong. Keterlibatan warga mulai dari tahap penyiapan lahan, pengangkutan material, hingga proses perakitan konstruksi jembatan.
“Ini adalah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami ingin memastikan Jembatan Perintis Garuda ini benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. Dengan gotong royong, rasa memiliki warga terhadap jembatan juga semakin kuat sehingga perawatannya bisa dilakukan bersama,” ujar Letkol Inf Ading Priyotantoko.
Antusiasme warga terlihat langsung di lokasi pembangunan. Abdullah, salah satu warga Dusun Tumingki yang ikut bergotong royong setiap hari, mengaku lega dan bersyukur atas dibangunnya kembali jembatan penghubung tersebut.
“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden RI Prabowo Subianto. Lewat Kodim 1003/HSS, jembatan yang putus diterjang banjir besar tahun 2025 lalu sekarang dibangun lagi. Anak anak sekolah tidak perlu rakit lagi menuju kesekolah, hasil kebun bisa cepat dijual ke pasar,” ungkap Abdullah di sela-sela kegiatan.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda menegaskan komitmen TNI sebagai garda terdepan tidak hanya dalam pertahanan negara, tetapi juga dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat. Kodim 1003/HSS memastikan seluruh tahapan pembangunan dilakukan dengan standar konstruksi jembatan gantung yang aman, kokoh, dan tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem.
@pendim1003






