banner 120x600
KODIM  

Penyuluhan Karhutla oleh Sesko TNI Digelar di Sangkima

KUTAI TIMUR – Tim Pendidikan Reguler (Dik Reg) Sesko TNI melaksanakan penyuluhan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Gedung BPU Kantor Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Jumat, 4 September 2026. Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.30 WITA dan bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi Karhutla.

Rombongan Tim Dik Reg Sesko TNI berangkat dari Hotel Royal Victoria menuju Kantor Desa Sangkima pada pukul 08.27 WITA. Setibanya di lokasi, rombongan disambut unsur TNI, Polri, pemerintah desa, pihak perusahaan, tokoh masyarakat, ketua RT, kepala dusun, BPD, kelompok tani, serta masyarakat Desa Sangkima.

Tim pendamping dipimpin Brigjen TNI Dr. Ateng Karsoma, S.H., M.Kn., bersama Kol Sus Jerry Krisdianto, Kolonel Laut (E) Wiedo Ananto, S.T., M.Si., M.Tr.Opsla., M.Han., Kolonel Laut (P) Rizaldi, S.E., M.Tr.Opsla., Kolonel Laut (P) Shodikin, Mayor Cke Tatang Endriawan, Mayor Cke Nurkholis, dan Kapten CKE Hendi. Peserta Dik Reg Sesko TNI antara lain Kolonel Inf Imir Faishal, S.Sos., M.I.Pol., Kolonel Arh Choirul Huda, M.I.Pol., M.Tr.(Han), Kolonel Laut (P) Shodikin, M.Tr.Opsla., serta Kolonel Laut (P) Agus Supriyo, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., M.Tr.Opsla. Kegiatan juga didampingi Pasipres Kodim 0909/KTM Kapten Cba Lilik dan Paur Opslat Lanal Sangatta Lettu Laut Hendrik.

Kegiatan diawali pembukaan, menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Kutai Timur, serta pembacaan doa. Kepala Desa Sangkima M. Alwi, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Sangkima sebagai lokasi penyuluhan. Ia menyebut beberapa kejadian Karhutla pernah terjadi di wilayah tersebut, salah satunya dipicu aktivitas pembakaran saat membuka lahan pertanian.

Karena itu, pemerintah desa terus mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama saat cuaca panas dan kering. Kepala Desa juga berharap peserta meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat lainnya.

“Semoga sosialisasi yang dilaksanakan hari ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat kami, sehingga ke depan kita dapat bersama-sama mencegah dan menanggulangi apabila terjadi Karhutla di wilayah Sangkima,” ujarnya.

Sambutan Katim Dik Reg Sesko TNI yang diwakili Pasis Sesko TNI Kolonel Arh Choirul Huda, M.I.Pol., M.Tr.(Han), menegaskan pentingnya penguatan mitigasi dan pencegahan Karhutla. Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan dapat berdampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, perekonomian, dan kehidupan sosial.

“Kebakaran hutan dan lahan merupakan permasalahan yang dapat menimbulkan dampak besar terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, perekonomian serta kehidupan sosial,” jelasnya.

Ia menekankan penanggulangan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan aparat keamanan. Peran pemerintah desa, perusahaan, kelompok tani, relawan, dan masyarakat sangat diperlukan, termasuk dalam mencegah pembakaran lahan serta melaporkan titik api atau indikasi kebakaran.

“Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan wilayah yang aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

Usai sambutan, Tim Dik Reg Sesko TNI menyampaikan materi mengenai pencegahan, deteksi dini, kesiapsiagaan, pelaporan, dan penanganan awal Karhutla. Tim juga memberikan bantuan sembako secara simbolis kepada warga Desa Sangkima dan melaksanakan foto bersama.

Pada pukul 11.00 WITA, kegiatan penyuluhan selesai. Pukul 11.05 WITA, rombongan bergerak menuju Masjid Agung Bukit Pelangi untuk salat Jumat. Rombongan tiba pukul 12.02 WITA dan selesai salat pada pukul 13.05 WITA, kemudian menuju Rumah Makan Sangkulirang di kawasan Bukit Pelangi.

Sekitar pukul 14.00 WITA, rombongan kembali menuju Hotel Royal Victoria dan seluruh rangkaian kegiatan berakhir pukul 14.10 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan pentingnya deteksi dini dan verifikasi informasi titik panas atau hotspot. Tidak seluruh titik panas otomatis merupakan Karhutla sehingga perlu pengecekan langsung di lapangan, terutama di wilayah dengan aktivitas pertambangan maupun pembukaan lahan.

Meskipun kondisi Karhutla di Kabupaten Kutai Timur relatif terkendali, cuaca panas dan kering tetap membutuhkan kewaspadaan. Patroli, pemantauan titik panas, kesiapsiagaan personel dan peralatan, serta kecepatan pelaporan perlu terus ditingkatkan.

Melalui kegiatan ini, Tim Dik Reg Sesko TNI berharap kesadaran masyarakat semakin kuat bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Koordinasi, deteksi dini, dan respons terpadu diharapkan mampu mencegah kebakaran meluas serta memperkuat kepedulian dalam menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat di Kabupaten Kutai Timur.

Tim Dik Reg Sesko TNI juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sangkima dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.(0909).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *