banner 120x600
KODIM  

Patroli Gabungan TNI-Polri dan Damkar Tegaskan Larangan Bakar Lahan di Tapin

TAPIN – Langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaksanakan di Kabupaten Tapin melalui patroli yang melibatkan Babinsa Koramil 1010-03/Tapin Selatan, Bhabinkamtibmas Polsek Tapin Selatan, staf Kecamatan Tapin Selatan, dan relawan pemadam kebakaran di Desa Tatakan pada Senin (12/10).

Petugas menggunakan kegiatan patroli untuk mengingatkan warga agar tidak membersihkan atau membuka lahan dengan membakar serta menjaga kondisi lingkungan sekitar.

Babinsa Koramil 1010-03/Tapin Selatan, Serma Mariyoto, meminta masyarakat lebih peduli terhadap potensi kebakaran dan berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dari ancaman karhutla.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain berisiko memicu kebakaran yang meluas, asap yang ditimbulkan juga dapat mengganggu kesehatan dan merusak lingkungan. Mari kita jaga lingkungan bersama dengan mengutamakan pencegahan,” ujar Serma Mariyoto saat menyampaikan imbauan kepada warga.

Dia juga meminta lapor cepat kepada aparat setempat bila warga melihat kepulan asap atau menemukan indikasi kebakaran di permukiman maupun lahan terbuka agar langkah penanganan dapat segera dilakukan.

“Kegiatan ini bukan sekadar patroli, tetapi juga untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Kapten Inf Asep, Danramil 1010-03/Tapin Selatan, menggarisbawahi pentingnya kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan relawan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.

“Melalui sinergi seluruh pihak, kami berharap potensi karhutla dapat diminimalkan. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan segera melaporkan apabila ditemukan tanda-tanda kebakaran,” ungkapnya.

Saat pemeriksaan di wilayah Desa Tatakan, petugas tidak menemukan titik api maupun indikasi kebakaran, dan kegiatan sosialisasi diterima dengan baik oleh masyarakat.

Melalui patroli dan sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya karhutla semakin meningkat sehingga lingkungan tetap terjaga dan risiko kebakaran dapat dicegah sejak dini.(1010).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *