banner 120x600
KODIM  

Mitigasi Karhutla Dimatangkan, Koramil 1003-02 Bersama Stakeholder Gelar Rakor di Loksado

HULU SUNGAI SELATAN – Memasuki puncak musim kemarau, Koramil 1003-02/Padang Batung-Loksado terus memperkuat langkah antisipasi terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta instansi terkait, Koramil menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) penanggulangan Karhutla di Aula Kecamatan Loksado, Rabu (29/7/2026).

Rakor tersebut menjadi wadah untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi lintas sektoral, serta meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi Karhutla yang kerap meningkat saat musim kemarau.

Mewakili Danramil 1003-02/Padang Batung-Loksado, Kapten Cpl Marhani, Pelda Eko Hari mengatakan bahwa Koramil berkomitmen mendukung penuh upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di wilayah Kecamatan Loksado.

“Koramil 1003-02/Padang Batung-Loksado siap bersinergi dengan seluruh instansi terkait dalam melakukan deteksi dini, pencegahan, hingga penanganan apabila terjadi Karhutla. Kerja sama yang solid menjadi kunci agar setiap potensi kebakaran dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, personel Babinsa akan selalu disiagakan di Posko Karhutla bersama personel gabungan yang terdiri dari Polri, Satpol PP Kecamatan Loksado, tenaga kesehatan, relawan pemadam kebakaran, serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Kehadiran tim gabungan tersebut diharapkan mampu mempercepat respons apabila ditemukan titik api di lapangan.

Dalam rapat koordinasi tersebut juga disepakati pembentukan Tim Penanggulangan Karhutla tingkat Kecamatan yang bertugas melaksanakan langkah-langkah pencegahan dan penanganan secara terpadu. Tim akan memastikan kesiapan personel beserta sarana dan prasarana pendukung sehingga dapat bergerak cepat saat terjadi kebakaran.

Selain memperkuat kesiapsiagaan, tim gabungan juga akan mengintensifkan patroli ke wilayah-wilayah yang dinilai rawan munculnya titik api. Kegiatan tersebut dibarengi dengan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan pertanian maupun perkebunan dengan cara membakar.

“Melalui patroli dan sosialisasi yang berkelanjutan, kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga potensi Karhutla dapat dicegah sejak dini. Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif untuk melindungi masyarakat, lingkungan, dan menjaga kualitas udara tetap baik,” tutup Pelda Eko Hari.

@pendim1003

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *