banner 120x600
KODIM  

Koramil 1010-04/Binuang Bersama Masyarakat Wujudkan Jembatan Garuda Berkualitas

TAPIN – TNI bersama masyarakat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur desa kembali terlihat melalui progres pembangunan Jembatan Garuda Tahap VI di Desa Matang Batas, Kecamatan Hatungun, Jum’at (17/7). Memasuki tahapan pengecoran, seluruh personel yang terlibat terus bekerja dengan penuh semangat dan kebersamaan demi memastikan pembangunan jembatan berjalan sesuai target dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Babinsa Koramil 1010-04/Binuang Serda M. Rohim bersama warga bergotong royong melaksanakan berbagai pekerjaan yang menjadi bagian dari proses pengecoran.

Mulai dari menyiapkan material bangunan, mencampur adukan beton dengan komposisi yang sesuai, mengangkut material ke lokasi pengecoran, hingga meratakan hasil cor dilakukan secara bersama-sama. Kekompakan antara Babinsa dan masyarakat menjadi pemandangan yang mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terpelihara di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.

Tahapan pengecoran merupakan salah satu proses yang sangat penting dalam pembangunan Jembatan Garuda. Pada tahap ini diperlukan ketelitian, kerja sama, dan pengawasan yang baik agar kualitas konstruksi memenuhi standar sehingga jembatan memiliki kekuatan dan daya tahan yang optimal.

Kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat tidak hanya sebatas membantu pekerjaan fisik, tetapi juga memberikan motivasi serta membangun semangat kebersamaan. Pendampingan yang dilakukan Babinsa menjadi wujud nyata peran TNI dalam mendukung pembangunan wilayah sekaligus mempererat hubungan emosional dengan masyarakat melalui kerja nyata di lapangan.

Danramil 1010-04/Binuang Kapten Inf Ariadi mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan hasil sinergi yang baik antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan, tetapi juga dari tumbuhnya rasa memiliki serta kepedulian masyarakat terhadap fasilitas yang dibangun bersama.

“Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat merupakan modal utama dalam setiap pembangunan. Kami sangat mengapresiasi antusiasme warga yang setiap hari turut membantu proses pengerjaan Jembatan Garuda. Dengan kebersamaan seperti ini, kami optimistis pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang berkualitas sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Danramil.

Ia menambahkan, keberadaan Jembatan Garuda nantinya akan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat Desa Matang Batas dan wilayah sekitarnya. Selain memperlancar akses transportasi, jembatan tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, memudahkan anak-anak menuju sekolah, memperlancar akses menuju fasilitas kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Masyarakat Desa Matang Batas pun menyambut baik progres pembangunan yang terus mengalami kemajuan. Mereka mengaku senang dapat terlibat langsung dalam proses pembangunan karena merasa memiliki tanggung jawab bersama untuk mewujudkan jembatan yang kokoh dan bermanfaat bagi generasi mendatang. Semangat kebersamaan yang terjalin selama proses pembangunan juga semakin mempererat hubungan antara warga dengan TNI.

Pembangunan Jembatan Garuda Tahap VI menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat mampu menghasilkan karya yang memberikan manfaat besar bagi kepentingan umum. Melalui semangat gotong royong, kepedulian, dan kerja keras yang dilakukan secara bersama-sama, pembangunan terus menunjukkan progres yang menggembirakan.

Diharapkan, setelah seluruh tahapan pembangunan selesai, Jembatan Garuda akan menjadi akses penghubung yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat. Keberadaan jembatan ini tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga simbol kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mewujudkan pembangunan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.(1010).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *