Ketapang – Komandan Kodim 1203/Ketapang turun ke lokasi untuk memimpin operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ketapang pada 23/08/2026, bekerja bersama pasukan gabungan.
Pemadaman api melibatkan unsur TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, pemadam kebakaran, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat setempat yang secara terpadu menangani titik-titik api untuk mencegah penyebaran kebakaran.
Walaupun menghadapi medan sulit, cuaca panas, keterbatasan air, dan asap tebal, tim gabungan melakukan penyemprotan bergantian di area yang masih terbakar dan kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.
Dandim 1203/Ketapang menegaskan bahwa penanggulangan karhutla menuntut kerja sama dan kepedulian semua pihak, serta menilai sinergi lintas instansi sebagai kekuatan utama dalam mempercepat pemadaman dan mengurangi dampak kebakaran pada masyarakat dan lingkungan.
“Seluruh personel gabungan terus bekerja maksimal, baik siang maupun malam, untuk mengendalikan dan memadamkan api. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api,” tegas Dandim.
Selain aksi pemadaman, petugas gabungan juga rutin melaksanakan patroli dan memantau wilayah rawan karhutla untuk pencegahan dan deteksi dini agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.
Dandim menambahkan bahwa asap karhutla berdampak pada kesehatan, aktivitas masyarakat, perekonomian, dan kelestarian lingkungan, sehingga diperlukan kesadaran kolektif untuk menjaga hutan dan lahan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan melakukan pembakaran hutan dan lahan karena dampaknya sangat merugikan banyak pihak. Cegah kebakaran, selamatkan lingkungan dan masa depan,” pungkasnya.
Kegiatan pemadaman dan pemantauan akan terus dilakukan hingga seluruh titik api benar-benar padam dan kondisi wilayah dinyatakan aman.(1203).






