banner 120x600
KODIM  

Jembatan Aramco Hadir di Telaga Sili Sili, Distribusi Hasil Panen Petani Kian Lancar

HULU SUNGAI SELATAN – Komando Distrik Militer (Kodim) 1003/Hulu Sungai Selatan (HSS) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pembangunan infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan percepatan pembangunan Jembatan Baja Gelombang (Aramco) di sejumlah titik strategis wilayah teritorial, termasuk di Desa Telaga Sili-Sili, Kecamatan Angkinang. Senin (8/6/26).

Program pembangunan Jembatan Aramco yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat Presiden RI Prabowo Subianto ini juga menjadi bagian dari sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah. Kehadiran jembatan yang kokoh diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi warga, tidak hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai penunjang utama keberhasilan program ketahanan pangan nasional yang saat ini terus digencarkan pemerintah.

Melalui Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 1003/HSS, Kapten Inf Yus Kristali, Komandan Kodim 1003/HSS Letkol Inf Ading Priyotantoko menjelaskan bahwa penggunaan konstruksi Jembatan Aramco dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari proses pemasangan yang relatif cepat, struktur yang kuat dan tahan lama, hingga kemampuannya menahan beban kendaraan pengangkut hasil pertanian dan perkebunan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan langkah nyata TNI Angkatan Darat melalui Kodim 1003/HSS sekaligus wujud pelaksanaan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam membantu mengatasi berbagai kendala yang dihadapi masyarakat pedesaan, terutama yang berkaitan dengan aksesibilitas dan peningkatan produktivitas sektor pertanian.

“Pembangunan Jembatan Aramco ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat, khususnya petani yang selama ini mengalami kesulitan dalam mendistribusikan hasil panen akibat keterbatasan akses transportasi.

Dengan adanya jembatan yang lebih kuat dan aman, proses mobilisasi hasil pertanian akan menjadi lebih cepat dan efisien,” ujar Kapten Inf Yus Kristali menyampaikan keterangan Dandim 1003/HSS.

Lebih lanjut, Letkol Inf Ading Priyotantoko menegaskan bahwa keberadaan infrastruktur yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Kelancaran akses transportasi tidak hanya mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, tetapi juga membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi lainnya.

“Infrastruktur yang memadai adalah kunci utama perputaran ekonomi di pedesaan. Melalui pembangunan Jembatan Aramco ini, kami ingin memastikan konektivitas warga dari permukiman menuju area pertanian dan perkebunan berjalan tanpa hambatan. Jika aksesnya lancar, biaya logistik pertanian akan turun, dan otomatis produktivitas serta kesejahteraan petani akan meningkat,” tegasnya.

Pembangunan jembatan ini dilakukan sebagai solusi atas kondisi jembatan kayu yang selama bertahun-tahun menjadi akses utama masyarakat menuju kawasan persawahan dan perkebunan, namun kini telah mengalami kerusakan dan pelapukan akibat usia. Kondisi tersebut kerap menghambat aktivitas warga, khususnya para petani dalam mengangkut hasil panen menuju pusat distribusi dan pasar.

Masyarakat Desa Telaga Sili-Sili menyambut baik pembangunan tersebut. Mereka berharap keberadaan jembatan baru nantinya dapat memperlancar aktivitas sehari-hari serta mempermudah pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga.

Dengan terus hadir melalui berbagai program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat, Kodim 1003/HSS menegaskan perannya tidak hanya sebagai satuan pertahanan wilayah, tetapi juga sebagai mitra rakyat dalam mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

@pendim1003

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *