banner 120x600
KODIM  

Hasil Panen Ubi Jalar Mulai Dikumpulkan, Petani Lhok Guci Dapat Pendampingan Babinsa

ACEH BARAT – Babinsa Posramil 05/Pante Ceureumen, Kodim 0105/Aceh Barat, Sertu Modini, terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat di wilayah binaan dengan aktif melakukan pendampingan kepada para petani. Salah satu bentuk pendampingan tersebut dilakukan dengan membantu petani dalam kegiatan panen tanaman ubi jalar yang telah memasuki masa panen di Desa Lhok Guci, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Senin (07/09/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa turun langsung ke lahan pertanian dan membantu petani memanen ubi jalar. Kehadiran Babinsa tidak hanya sebagai bentuk dukungan moril kepada petani, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian TNI terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat. Proses panen dilakukan secara bersama-sama dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Babinsa membantu petani mencabut tanaman ubi jalar, mengumpulkan hasil panen, serta membersihkan dan memilah ubi jalar yang telah dipanen. Kegiatan tersebut berlangsung dengan suasana akrab dan penuh kekeluargaan.

Babinsa menyampaikan bahwa pendampingan kepada petani merupakan bagian dari tugas kewilayahan dalam membantu masyarakat serta mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.

Menurutnya, petani merupakan salah satu unsur penting dalam menjaga ketersediaan pangan di wilayah, sehingga perlu mendapatkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.

“Pendampingan kepada petani akan terus kami lakukan, mulai dari masa persiapan lahan, penanaman, perawatan tanaman hingga saat panen. Kami berharap kehadiran Babinsa dapat memberikan semangat dan motivasi kepada para petani untuk terus mengembangkan usaha pertaniannya,” ujar Babinsa.

Selain membantu proses panen, Babinsa juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkomunikasi langsung dengan petani. Dalam komunikasi tersebut, Babinsa mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi petani, baik terkait perawatan tanaman, kondisi lahan, ketersediaan pupuk, maupun pemasaran hasil pertanian.(0105).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *