ACEH JAYA – Aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Jaya pada Selasa (05/05/2026) berjalan seperti biasa. Sejak pagi, pasar tradisional sudah dipadati pedagang dan pembeli yang bertransaksi kebutuhan harian. Di tengah aktivitas tersebut, dilakukan pengecekan harga bahan pokok (sembako) untuk memantau kondisi terkini di lapangan.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa harga sejumlah kebutuhan pokok masih berada dalam kondisi relatif stabil, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami perbedaan harga sesuai pasokan dan permintaan pasar.
Beras premium tercatat berada di kisaran Rp233.000 per sak. Komoditas ini masih menjadi kebutuhan utama masyarakat sehingga pergerakan harganya selalu menjadi perhatian. Sementara itu, minyak goreng dijual sekitar Rp23.000 per kilogram, masih dalam kategori yang dapat dijangkau oleh masyarakat.
Untuk kebutuhan pokok lainnya, gula pasir berada di harga Rp20.000 per kilogram. Telur ayam tercatat sekitar Rp55.000 per papan, yang masih mengikuti kondisi distribusi dari luar daerah serta biaya transportasi yang mempengaruhi harga di tingkat pasar.
Sementara itu, tepung terigu merek Segitiga Biru dijual sekitar Rp13.000 per kilogram. Produk ini banyak digunakan oleh pedagang kecil maupun ibu rumah tangga untuk kebutuhan harian seperti membuat kue dan makanan rumahan.
Untuk komoditas sayuran dan bumbu dapur, bawang merah berada di harga Rp40.000 per kilogram. Tomat dijual sekitar Rp12.000 per kilogram, sementara cabai merah dan cabai rawit masing-masing berada di kisaran Rp30.000 per kilogram. Harga cabai yang relatif seimbang ini menjadi salah satu indikator stabilitas pasokan di pasar lokal.
Dari hasil pemantauan di lapangan, para pedagang menyebutkan bahwa stok barang masih tersedia dan aktivitas jual beli berjalan normal. Fluktuasi harga yang terjadi masih dalam batas wajar dan tidak menimbulkan gejolak di kalangan masyarakat.
Sejumlah pembeli juga mengaku bahwa harga kebutuhan pokok saat ini masih bisa dijangkau, meskipun tetap perlu menyesuaikan pengeluaran rumah tangga. Kondisi ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat di Kecamatan Jaya masih cukup stabil.
Pasar tradisional tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, di mana interaksi antara pedagang dan pembeli berlangsung setiap hari. Selain sebagai tempat transaksi, pasar juga menjadi indikator penting untuk melihat kondisi ekonomi masyarakat secara langsung.
Pemantauan harga sembako seperti ini memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan informasi di masyarakat. Dengan adanya data harga terkini, masyarakat dapat lebih mudah menyesuaikan kebutuhan dan perencanaan belanja harian mereka.
Selain itu, informasi harga juga menjadi acuan bagi pelaku usaha kecil dalam menentukan harga jual produk mereka agar tetap seimbang dengan kondisi pasar.
Secara umum, kondisi harga sembako di Kecamatan Jaya pada periode ini masih tergolong stabil tanpa adanya lonjakan signifikan yang dapat memberatkan masyarakat. Ketersediaan barang yang cukup juga membantu menjaga kelancaran aktivitas ekonomi di pasar.
Menjelang siang, aktivitas pasar mulai berangsur normal setelah sebelumnya cukup ramai di jam-jam awal. Pedagang tetap melayani pembeli seperti biasa, sementara arus barang masuk ke pasar juga masih berjalan lancar.
Dengan kondisi ini, diharapkan stabilitas harga kebutuhan pokok dapat terus terjaga sehingga tidak menimbulkan tekanan ekonomi bagi masyarakat, khususnya di tingkat rumah tangga.(0114).






