BOALEMO – Di bawah langit Desa Hutamonu yang mulai memanas pada Senin (04/05/2026), sebuah transformasi besar tengah berlangsung. Bukan sekadar tumpukan batako dan adukan semen, namun ada sebuah mimpi besar milik Ibu Nina Ma’ruf yang sedang dirajut oleh tangan-tangan kekar prajurit TNI bersama warga setempat.
Memasuki fase krusial dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1316/Boalemo, dinding-dinding rumah Ibu Nina kini mulai berdiri tegak. Kerangka kayu pintu dan jendela yang sudah terpasang seolah menjadi bingkai bagi masa depan yang lebih cerah bagi keluarga kecilnya.
Simfoni Gotong Royong di Pagi Buta
Sejak fajar menyingsing, harmoni kerja sama sudah terdengar di lokasi. Personel Satgas TMMD—kolaborasi solid antara Kodim 1316/Boalemo dan prajurit Yonif TP 915/Bitu’o—tampak menyatu tanpa sekat dengan masyarakat.
Pemandangan ini bukan sekadar proyek konstruksi biasa. Ada percakapan hangat di sela-sela mengaduk semen dan senyum yang dilemparkan saat mengangkat material. Inilah wujud nyata “Kemanunggalan TNI-Rakyat” yang bukan sekadar jargon, melainkan aksi nyata di atas tanah Boalemo.
Sentuhan Tulus Sang Komandan
Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Czi Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S., memantau langsung perkembangan yang signifikan ini. Baginya, setiap inci dinding yang naik adalah bukti dedikasi pasukannya kepada rakyat.
“Kami tidak hanya membangun rumah, kami sedang membangun kembali harapan. Semangat gotong royong warga adalah bahan bakar utama kami. Kita targetkan rumah Ibu Nina ini selesai tepat waktu agar beliau bisa segera merasakan kenyamanan berteduh yang layak,” ujar Letkol Czi Wiratama dengan penuh optimisme.
Bukan Sekadar Atap untuk Berteduh
Program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini dirancang dengan standar kualitas yang terukur. Menggunakan batako pilihan dan struktur yang kokoh, rumah ini dipersiapkan untuk menghadapi tantangan cuaca, memberikan rasa aman yang selama ini mungkin hanya menjadi angan bagi Ibu Nina.
Melihat dinding rumahnya yang kian tinggi, Ibu Nina tak mampu menyembunyikan binar di matanya. Rasa haru terpancar jelas saat ia menyaksikan para prajurit TNI bekerja layaknya membangun rumah mereka sendiri.
“Terima kasih, Bapak-bapak TNI. Dulu saya hanya bermimpi punya rumah yang kuat, sekarang temboknya sudah mulai berdiri,” ucap Ibu Nina lirih dengan nada penuh syukur.
Dengan progres yang berjalan sesuai rencana, Satgas TMMD 128 optimistis bahwa sebelum penutupan program TMMD, Ibu Nina Ma’ruf sudah bisa memutar kunci di pintu rumah barunya—sebuah monumen kasih sayang TNI untuk rakyat Boalemo.(1316).






