banner 120x600
KODIM  

Dua Lokasi Jadi Sasaran, Tim Seskoad Rangkul Warga Candi Laras Selatan Cegah Karhutla

TAPIN – Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan dari Seskoad melaksanakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin pada Kamis (05/11) sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

Untuk memperluas jangkauan, kegiatan digelar di dua tempat: Aula Kantor Kecamatan Candi Laras Selatan dan dilanjutkan di Kantor Desa Sungai Rutas Hulu.

Rombongan Tim Pasis Seskoad dipimpin oleh Perwira Pendamping Kolonel Czi Agung Isa Rakhman, S.H.M.Tr.(Han), yang didampingi oleh Mayor Inf Afrida Cahya Satriaji, S.T. Han., Mayor Inf Dwi Agung Priambudi, S.T.Han., Mayor Arh Nugroho Budi Prasetyo, S.A.P., Mayor Cpl Proboseto Nanda Arito, S.S.T.Han., M.Si., Mayor CPM Wijoyono Kusuma, S.H., Mayor Inf Barcel Fainnaka, S.T.Han., serta Kompol Anisa Nimerorkena Imapuly, S.I.K. Turut hadir mendampingi kegiatan ini Danramil 1010-06/CLS, Kasi Trantib Kecamatan Candi Laras Selatan Hariydi, Kepala Desa Sungai Rutas, para Babinsa Koramil 1010-06/CLS, relawan BPK se-Kecamatan Candi Laras Selatan, serta warga masyarakat di kedua lokasi kegiatan.

Pada pembukaan acara, Mayor Arh Nugroho Budi Prasetyo, S.A.P. mengatakan bahwa penanggulangan Karhutla termasuk amanat Operasi Militer Selain Perang yang diemban TNI untuk mendukung pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan warga dan kelestarian lingkungan.

“Kita harus membuka mata lebar-lebar, bahwa Karhutla bukan sekadar soal lahan yang hangus terbakar. Dampaknya berantai dan sangat masif — ekosistem rusak, kabut asap mengancam kesehatan paru-paru setiap orang tanpa terkecuali, anak-anak tidak bisa belajar dengan tenang di sekolah, hingga aktivitas ekonomi warga terhenti dan merugi,” ujarnya.

Ia menegaskan pula bahwa kehadiran tim di kedua titik tersebut menunjukkan tekad agar tidak ada warga yang merasa sendiri ketika menghadapi potensi kebakaran lahan. “Semakin banyak kita yang sadar dan peduli, semakin kuat benteng pertahanan wilayah kita dari bahaya api,” tegasnya.

Materi utama diberikan secara interaktif oleh Mayor Cpl Proboseto Nanda Arito, S.S.T.Han., yang menjelaskan tanda-tanda awal kebakaran, langkah-langkah penanggulangan dini yang aman, serta mekanisme pelaporan titik api kepada aparat terkait.

“Satu titik api yang terabaikan bisa berkembang menjadi bencana besar yang sulit dikendalikan, itulah sebabnya pengetahuan tentang pencegahan dan langkah awal sangat penting dimiliki oleh setiap warga,” jelasnya.

Proboseto juga menyinggung aspek hukum, mengingatkan bahwa pembakaran lahan sengaja adalah pelanggaran dan pelakunya dapat dikenai sanksi pidana.

“Jangan sampai niat yang dianggap sederhana justru berujung pada kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain. Lindungi keluarga dan lingkungan kita dengan cara yang benar, yaitu tidak membakar,” pesannya disambut antusiasme peserta yang terlihat aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung bersama tim.

Selain transfer pengetahuan, kegiatan ini bertujuan memperkokoh jaringan koordinasi antara Tim Seskoad, Kodim 1010/Tapin, pemerintah kecamatan dan desa, relawan, serta masyarakat di tingkat lapangan sehingga penanganan Karhutla dapat berjalan cepat, terkoordinasi, dan mampu menekan dampak kerugian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *