BARITO KUALA — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Mandastana dan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala. Berlokasi Kecamatan Mandastana Jejangkit, kebakaran yang melanda lahan seluas sekitar 5 hektar berupa semak belukar segera mendapat penanganan cepat dari tim gabungan yang dikerahkan secara terkoordinasi pada Senin (19/10).
Langkah cepat diambil oleh personel Koramil 1005-05/Mandastana yang bekerja sama dengan Polsek Mandastana, tim BPK Rimba 1, BPK Tarim, BPK Laskar Muda, serta para relawan yang turun secara sukarela membantu mencegah api meluas ke permukiman warga. Meski seluruh pihak telah berjuang siaga di lapangan, api hingga saat ini belum dapat dipadamkan sepenuhnya, di tengah tantangan medan yang berat berupa karakteristik lahan gambut, hembusan angin kencang, serta ketersediaan sumber air di lokasi yang cukup terbatas.
Kapten Inf Sugianto, Pasi Ops Kodim 1005/Barito Kuala menyampaikan bahwa situasi di lapangan terus dipantau secara intensif dan seluruh elemen yang ada telah dikerahkan secara maksimal. “Kami memahami bahwa kondisi di lapangan saat ini memang tidak mudah, namun kekompakan antar-personel dan relawan menjadi kunci utama agar kebakaran tidak meluas ke area yang lebih besar. Lahan gambut memiliki sifat unik yang dapat memicu api muncul kembali di bawah permukaan tanah, ditambah angin yang berhembus kencang sangat menantang upaya pemadaman,” ujar Kapten Sugianto.
Ia juga menegaskan bahwa keterbatasan air di lokasi kebakaran menjadi kendala teknis yang cukup signifikan, sehingga strategi pemadaman harus disesuaikan agar tetap efektif dan efisien.
Lebih lanjut, Kapten Inf Sugianto juga mengimbau kepada seluruh pihak terkait dan masyarakat sekitar untuk tetap bersatu dan tidak lengah dalam menjaga kewaspadaan. “Kami mengapresiasi semangat dan pengorbanan seluruh personel gabungan serta relawan yang telah hadir tanpa pamrih di garis depan. Tetaplah waspada dan berhati-hati, karena di medan sulit seperti ini, keselamatan diri dan kerjasama antar-tim adalah hal yang paling utama. Kami juga memohon dukungan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, karena dampaknya tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga membahayakan keselamatan kita bersama,” tambahnya.
Saat ini, tim gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman dengan berbagai strategi, sekaligus memantau perkembangan situasi agar api tidak menjalar ke permukiman penduduk maupun lahan produktif warga. Kodim 1005/Barito Kuala akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat setempat hingga kebakaran dapat dikuasai dan dipadamkan sepenuhnya.
Di Tengah Angin Kencang dan Kekurangan Air, TNI Tetap Tekun Padamkan Karhutla Mandastana






