HULU SUNGAI SELATAN – Semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat terlihat dalam pembangunan Jembatan Garuda di Desa Karang Jawa Muka, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Personel Kodim 1003/HSS bersama masyarakat setempat terus bekerja hingga larut malam demi mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan tersebut. Rabu (28/10/2026).
Pengerjaan hingga malam hari dilakukan sebagai langkah percepatan untuk mengejar target penyelesaian pembangunan. Selain itu, upaya tersebut juga menjadi bagian dari pemanfaatan waktu dan kondisi cuaca yang mendukung sebelum memasuki musim penghujan.
Di tengah aktivitas pembangunan, Komandan Kodim (Dandim) 1003/HSS Letkol Inf Ading Priyotantoko memberikan apresiasi kepada personel TNI dan masyarakat yang tetap menunjukkan semangat serta dedikasi dalam menyelesaikan pembangunan Jembatan Garuda.
Menurutnya, kerja sama dan gotong royong yang ditunjukkan personel TNI bersama masyarakat merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Semangat tersebut menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pembangunan agar dapat selesai sesuai target yang telah ditentukan.
Pengerjaan hingga larut malam diharapkan mampu mempercepat progres pembangunan, sehingga jembatan tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari hari.
“Semangat gotong royong yang ditunjukkan personel Kodim bersama masyarakat patut diapresiasi. Dengan kerja sama dan tekad yang kuat, kami berharap pembangunan Jembatan Garuda dapat segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dandim menjelaskan, pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari dukungan TNI Angkatan Darat terhadap program pemerintah dalam pemerataan pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas wilayah pedesaan.
Keberadaan jembatan beton yang lebih kokoh diharapkan mampu menggantikan akses lama yang kondisinya sudah mengalami kerusakan, sekaligus memberikan jalur penyeberangan yang lebih aman dan memadai bagi masyarakat.
Manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam mendukung hubungan sosial antarwilayah, tetapi juga menunjang kegiatan pertanian, mempermudah mobilitas warga, serta membantu anak-anak menuju sekolah. Bagi para petani, akses yang lebih baik juga akan memudahkan pengangkutan hasil panen menuju pasar maupun pusat perdagangan.
Infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Dengan akses yang semakin lancar, distribusi hasil pertanian diharapkan lebih efisien dan aktivitas warga dapat berjalan dengan lebih aman serta nyaman.
Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda saat ini merupakan bagian dari tahap ketujuh program pembangunan jembatan, dengan lima titik sasaran yang tersebar di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Pada tahapan sebelumnya, Kodim 1003/HSS telah menyelesaikan pembangunan jembatan di delapan titik.
Melalui pembangunan tersebut, Kodim 1003/HSS terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengatasi keterbatasan akses dan mendukung pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.
Kolaborasi antara personel TNI dan masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong mampu menjadi penggerak pembangunan. Bukan sekadar membangun jembatan secara fisik, upaya ini juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
@pendim1003






