SUPIORI, PAPUA – Ada hal sederhana yang terkadang memiliki makna besar. Kehadiran prajurit Yonif TP 859/RBK di tengah jemaat GKI Imanuel Masram, Kampung Masram, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, bukan sekadar untuk berbagi nasi kotak, tetapi menjadi momentum untuk membangun kedekatan, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan semangat kebersamaan bersama masyarakat, Minggu (9/8/2026).
Melalui Program Kasih Minggu dan bakti sosial, para prajurit hadir dengan membawa semangat kepedulian dan persaudaraan. Pembagian nasi kotak dilakukan sebagai bentuk perhatian kepada jemaat, sekaligus menjadi sarana komunikasi sosial antara TNI dan masyarakat dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Bagi masyarakat, kehadiran prajurit di tengah-tengah jemaat memberikan arti tersendiri. Interaksi sederhana yang terjalin setelah ibadah menjadi ruang untuk saling menyapa, berbagi cerita, dan memperkuat hubungan yang telah terbangun selama ini.
Pdt. Joni Bara, S.E., Ketua Jemaat GKI Imanuel Masram, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian prajurit Yonif TP 859/RBK kepada jemaat dan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran prajurit Yonif TP 859/RBK yang mau berbagi kasih bersama jemaat. Apa yang dilakukan mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi kami memiliki arti yang sangat besar karena menunjukkan adanya perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat. Kebersamaan seperti ini membuat hubungan antara TNI dan masyarakat semakin dekat. Kami berharap silaturahmi dan kegiatan positif seperti ini dapat terus berjalan sehingga kerukunan dan persaudaraan di tengah masyarakat Supiori semakin kuat,” ujar Pdt. Joni Bara, S.E.
Bagi Yonif TP 859/RBK, Program Kasih Minggu merupakan salah satu bentuk pengabdian yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Kehadiran prajurit tidak hanya dalam menjalankan tugas, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut membangun suasana rukun, damai, dan saling menghargai.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat toleransi antarumat beragama. Kebersamaan yang tercipta menunjukkan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk saling membantu dan berbagi kebaikan.
Senyum dan sambutan hangat jemaat menjadi bagian paling bermakna dari kegiatan tersebut. Dari sebuah langkah sederhana untuk berbagi, tumbuh komunikasi, persaudaraan, dan kepercayaan yang semakin kuat.
Program Kasih Minggu Yonif TP 859/RBK menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, kehadiran, perhatian, dan kemauan untuk berbagi sudah cukup untuk membuat masyarakat merasa tidak berjalan sendiri.(YTP859/*).






