banner 120x600
KODIM  

Cegah Karhutla Meluas, Kodim 1003/HSS Bersama Warga Berjibaku Padamkan Api

HULU SUNGAI SELATAN – Kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat terus ditunjukkan jajaran Kodim 1003/Hulu Sungai Selatan (HSS). Menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau, personel Kodim 1003/HSS bersama petugas pemadam kebakaran, masyarakat dan instansi terkait turun langsung melakukan pemadaman di wilayah Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten HSS, Senin (14/9/2026).

Dengan mengerahkan armada unit pemadam kebakaran, tim gabungan berjibaku memadamkan kobaran api sekaligus melakukan pembasahan pada lahan yang terbakar. Kebakaran tersebut diketahui menghanguskan lahan yang dipenuhi semak belukar dengan luas kurang lebih satu hektare.

Kondisi cuaca panas dan kemarau panjang menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi terjadinya Karhutla. Semak belukar dan vegetasi yang mengering akibat minimnya curah hujan menjadi material yang mudah terbakar, sehingga apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan api dengan cepat meluas.

Komandan Kodim 1003/HSS Letkol Inf Ading Priyotantoko mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi serta mengantisipasi Karhutla, khususnya selama musim kemarau.

“Ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kami kepada masyarakat. Kami akan terus bersiaga dan bersinergi dengan seluruh pihak untuk mencegah maupun menangani Karhutla agar tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” ujarnya.

Selain melakukan pemadaman, Dandim juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel, masyarakat dan instansi terkait yang telah bersama-sama turun ke lapangan. Ia menegaskan agar seluruh petugas tetap mengutamakan keselamatan selama melaksanakan penanganan Karhutla.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergerak bersama di lapangan. Namun, faktor keselamatan harus tetap menjadi prioritas. Jangan sampai dalam upaya memadamkan api justru menimbulkan korban,” tegasnya.

Menurutnya, wilayah Kecamatan Kalumpang memiliki karakteristik yang cukup rentan terhadap Karhutla. Saat musim penghujan, sebagian wilayah dapat menjadi kawasan yang tergenang air, sedangkan ketika memasuki musim kemarau kondisi lahan menjadi kering. Vegetasi berupa semak belukar yang mengering kemudian menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Sinergi antara TNI, petugas pemadam kebakaran, instansi terkait dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat penanganan Karhutla sekaligus mencegah api menjalar ke wilayah yang lebih luas.
Kodim 1003/HSS juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau serta tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu terjadinya Karhutla.

@pendim1003

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *