TAPIN — Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali terlihat nyata dalam pembangunan infrastruktur pedesaan. Babinsa Koramil 1010-05/CLU, Koptu Krisbiantoro, bersama warga bahu-membahu melanjutkan pembangunan Jembatan Garuda yang berlokasi di Sungai Gambung, Desa Sawaja, Kecamatan Candi Laras Utara, Rabu (15/4).
Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan konektivitas wilayah, mengingat keberadaannya sangat vital bagi aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama dalam menunjang mobilitas hasil pertanian dan akses antar desa.
Pada tahap saat ini, progres pembangunan telah memasuki fase penting, yakni pengecoran untuk kedudukan besi WF sebagai struktur utama penopang jembatan. Dengan kerja sama yang solid antara TNI dan warga, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 9,5 persen.
Di lokasi kegiatan, tampak Babinsa bersama masyarakat dengan penuh semangat melakukan pencampuran material dan pengecoran secara manual. Kondisi medan yang cukup menantang tidak menyurutkan tekad mereka untuk terus bekerja demi percepatan pembangunan.
Koptu Krisbiantoro menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesulitan masyarakat di wilayah binaannya.
“Kami terus bersama warga dalam setiap tahapan pekerjaan, mulai dari persiapan hingga pengecoran, agar pembangunan jembatan ini bisa berjalan lancar dan sesuai harapan. Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami optimis proses pengerjaan dapat terus meningkat dan selesai tepat waktu,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa koordinasi yang baik antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama dalam kelancaran pembangunan.
“Kami selalu berkoordinasi untuk memastikan setiap tahap pekerjaan berjalan aman dan sesuai rencana. Dengan sinergi yang kuat seperti ini, kami berharap pembangunan jembatan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tambahnya.
Warga setempat mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa yang tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga turut terjun langsung dalam pekerjaan fisik. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus terjaga dan semakin kuat.
Sementara itu Dandim 1010/Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra di lokasi berbeda menilai bahwa antusiasme masyarakat merupakan kekuatan utama dalam percepatan pembangunan.
“Kehadiran warga yang ikut serta dalam gotong royong tersebut menunjukkan bahwa jembatan ini memang sangat dibutuhkan. Harapannya, dengan kerja sama yang solid, akses transportasi masyarakat akan semakin mudah dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan,” ungkapnya.
Dengan semangat gotong royong yang terus terpelihara, diharapkan pembangunan Jembatan Garuda dapat segera rampung dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai akses utama yang aman dan layak. Kehadiran jembatan ini nantinya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup warga Desa Sawaja dan sekitarnya.(1010).






