banner 120x600
KODIM  

Antisipasi Kekeringan, Multi Pihak Bergerak di Bengalon

KUTAI TIMUR – Menyikapi kekeringan yang mengancam areal pertanian, pihak-pihak terkait melakukan koordinasi penanganan di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur pada Jumat (4/9/2026).

Rapat koordinasi digelar pada pukul 10.00 WITA di lantai II Kantor Camat Bengalon, Desa Sepaso, dengan keterlibatan pemerintah daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, perwakilan perusahaan, serta kelompok tani setempat.

Peserta yang tercatat hadir antara lain Pusdiktan BPPSDMP Rina Yulianti Sofyan, S.P., M.AP., BRMP Provinsi Kaltim Junaidi, P.S., PPL Provinsi Kaltim Miftahul Jannah, Katimker Kabupaten Pujiati, Camat Bengalon Muh. Harun Alrasid, S.STP., M.Si., serta perwakilan Danbrigif TP 32/Mangkalihat, Letda Bambang.

Rombongan lain yang hadir mencakup Danramil Bengalon Kapten Inf Sarjani Lumban Toruan, Pjs. Danposal Bengalon Lettu Laut (P) Triyono, delegasi Polsek Bengalon, Dinas Lingkungan Hidup, UPT P4, PT Kaltim Prima Coal (KPC), Pemerintah Desa Sepaso Barat, Brigade Pangan Kecamatan Bengalon, Gapoktan, dan para perwakilan kelompok tani.

Dalam pembahasan, dipaparkan bahwa kekeringan telah menurunkan ketersediaan air di sejumlah lahan pertanian sehingga dikhawatirkan menghambat pertumbuhan tanaman dan berdampak pada produksi padi.

Tim segera melakukan pemetaan sumber air yang masih ada, seperti sungai, embung, sumur, kolam, serta sumber lain yang aman untuk dimanfaatkan pertanian.

Untuk penanganan sementara, koordinasi dengan perangkat daerah dan pihak terkait direncanakan untuk pemenuhan sarana pendukung seperti pompa air, selang atau pipa, penampungan air, dan perlengkapan lain sesuai kondisi lapangan.

Peran perusahaan menjadi unsur penting; pada kesempatan itu PT KPC mendapat apresiasi atas bantuan penyaluran air kepada petani terdampak.

“Kolaborasi ini sangat penting. Apa yang kita lakukan sekarang diharapkan menjadi pengalaman dan langkah antisipasi untuk menghadapi kekeringan dalam jangka panjang. Kita perlu terus berkoordinasi, baik dengan pemerintah daerah maupun kementerian terkait bidang pertanian, untuk bersama-sama menyelamatkan sekitar 80 hektare lahan pertanian, khususnya tanaman padi, di Kecamatan Bengalon,” demikian salah satu poin pembahasan dalam koordinasi tersebut.

Pihak kementerian akan menindaklanjuti data lapangan melalui Dinas Pertanian untuk mengetahui kelompok tani yang membutuhkan bantuan pompa air, baik melalui pinjam pakai maupun penyaluran sarana pompa sesuai kebutuhan.

PPL menawarkan alternatif pemanfaatan Sungai Lembak dengan cara penyedotan untuk kebutuhan lahan pertanian, namun kendala bahan bakar, terutama bensin, menjadi hambatan untuk mengoperasikan pompa.

Berbagai pihak termasuk unsur pemadam kebakaran juga siap memberikan dukungan dalam pelaksanaan penanganan di lapangan.

Koordinasi ini dianggap sebagai langkah konkret memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan demi menjaga produktivitas lahan dan ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Timur. (0909).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *