banner 120x600
KODIM  

Dua Titik Karhutla Muncul Bersamaan, Kodim 1003/HSS Bergerak Cepat Bersama Tim Gabungan

HULU SUNGAI SELATAN – Cuaca panas ekstrem di tengah musim kemarau kembali meningkatkan potensi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Menyikapi kondisi tersebut, Kodim 1003/HSS bersama stakeholder terkait terus meningkatkan kesiapsiagaan dan bergerak cepat melakukan pemadaman serta pembasahan di lokasi yang terdampak Karhutla.

Pada Rabu (26/8/2026), personel Kodim 1003/HSS dengan sigap menerjunkan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) menuju titik api yang terpantau di wilayah Desa Karang Bulan, Kecamatan Kalumpang.

Di lokasi, personel Kodim 1003/HSS bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta relawan masyarakat peduli api. Tim gabungan berjibaku melakukan pemadaman dan pembasahan terhadap lahan yang terbakar, terutama pada area semak belukar, hingga api berhasil dikendalikan dan situasi dinyatakan aman.

Belum berselang lama, titik api kembali muncul di wilayah Desa Jelatang, Kecamatan Padang Batung. Personel Kodim 1003/HSS bersama tim gabungan kembali bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan tindakan pemadaman dan pembasahan.

Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah api menjalar ke area yang lebih luas sekaligus meminimalisasi dampak yang dapat ditimbulkan terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar.

Komandan Kodim 1003/HSS Letkol Inf Ading Priyotantoko mengatakan, kesiapsiagaan menghadapi Karhutla menjadi komitmen Kodim 1003/HSS, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan munculnya titik api.

“Melalui koordinasi dan komunikasi bersama stakeholder di wilayah, TNI melalui jajaran Kodim 1003/HSS akan selalu siap sedia dan bersiaga dalam mengatasi bencana Karhutla di musim kemarau,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa munculnya titik api di dua wilayah yang berbeda, yakni Kecamatan Kalumpang dan Kecamatan Padang Batung, menjadi perhatian bersama. Dengan mengerahkan satu unit Damkar serta bersinergi dengan unsur terkait, upaya pemadaman dan pembasahan dapat dilakukan dengan cepat sehingga api berhasil dikendalikan sebelum meluas.

Menurutnya, penanganan Karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman api, tetapi juga merupakan langkah pencegahan terhadap berbagai dampak yang lebih luas.

“Karhutla dapat menimbulkan kerugian bagi banyak pihak. Dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan dan ekosistem, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas sosial serta perekonomian masyarakat,” pungkas Letkol Inf Ading Priyotantoko.

Kodim 1003/HSS menegaskan akan terus memperkuat sinergi bersama BPBD, relawan, masyarakat dan stakeholder lainnya dalam menghadapi potensi Karhutla, sebagai wujud kehadiran TNI di tengah masyarakat sekaligus mendukung pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan selama musim kemarau.

@pendim1003

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *