MERAUKE — Pangdam XXIV/MT Mayjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si., menegaskan komitmen jajarannya untuk segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Taklimat Akhir Audit Ketaatan, Audit Kinerja, dan Audit Tata Kelola Itjen TNI Periode I TA 2026 yang dilaksanakan di wilayah Kotama/Satuan TNI di Papua, yang digelar di Ruang Data Mandala, Makodam XXIV/MT, Jl. Poros Tanah Miring, Merauke, Papua Selatan, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam XXIV/MT dan didampingi Irlat Itjen TNI Brigjen TNI Achmad Daeng Leo, S.H., M.H., selaku perwakilan Inspektorat Jenderal TNI. Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kasdam XXIV/MT Brigjen TNI Eventius Teddy Danarto, Irdam XXIV/MT Brigjen TNI Dwi Endrosasongko, S.Sos., M.I.P., Danrem 174/ATW Brigjen TNI Mustakim, S.I.P., M.Si., Wadan Koarmada XI Laksamana Pertama TNI Wawan Trisatya Atmaja, S.E., M.A.P., Ir Koarmada XI Kolonel Laut (S) Ali Agustoni, A.Md., para Asisten, Kabalak, serta pejabat terkait lainnya, termasuk unsur Kodam XVII/Cend, Korem 172/PWY, Korem 173/PVB, dan Guskamla Koarmada III yang mengikuti melalui vicon.
Dalam pemaparannya, Brigjen TNI Achmad Daeng Leo menyampaikan bahwa Tim Audit Itjen TNI menemukan sejumlah temuan pada Periode I TA 2026. Temuan tersebut tersebar di beberapa satuan. Beberapa permasalahan yang menonjol di antaranya terkait bidang operasi dan perbendaharaan.
Irjen TNI dalam amanat tertulis yang dibacakan Irlat Itjen TNI menyampaikan apresiasi kepada seluruh Pangdam, Komandan, dan Kepala Satuan Kerja atas kerja sama selama pelaksanaan audit sejak 2 hingga 27 Februari 2026. Hasil temuan secara lengkap akan dituangkan dalam Atensi Hasil Audit (AHA) yang direncanakan dikirimkan tujuh hari setelah taklimat akhir, dan setiap Kasatker diwajibkan menindaklanjuti rekomendasi paling lambat 14 hari kerja setelah AHA diterima.
Sementara itu, Pangdam XXIV/MT dalam sambutannya menegaskan bahwa audit bukan sekadar mekanisme pengawasan, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola organisasi.
“Melalui audit ketaatan, kita ditegaskan untuk patuh pada regulasi. Audit kinerja mendorong pencapaian sasaran secara optimal, sedangkan audit tata kelola menjadi tolok ukur integritas dan kualitas manajemen. Setiap temuan harus kita terima secara profesional, objektif, dan konstruktif sebagai bahan evaluasi,” tegas Pangdam.
Pangdam juga menginstruksikan seluruh jajaran agar segera melakukan langkah korektif terhadap temuan di bidang kinerja maupun perbendaharaan, serta meningkatkan fungsi pengawasan internal di masing-masing satuan.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan Pernyataan Hasil Audit (PHA) dari Itjen TNI kepada Pangdam XXIV/MT, serta penyerahan plakat sebagai bentuk apresiasi dan sinergi antara Kodam XXIV/MT dan Itjen TNI.






