<p><strong>Oksibil, Papua Pegunungan, 22 Oktober 2025 —</strong> Uskup Keuskupan Bogor, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, O.F.M., tiba di Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Selasa (21/10), dalam rangka perayaan 100 tahun kehadiran Kongregasi Suster Fransiskan Santa Lusia (KSFL) di Indonesia.</p>



<p>Kedatangannya disambut meriah oleh umat Katolik dan masyarakat setempat dengan tarian adat serta lagu-lagu pujian khas daerah. Suasana penuh sukacita ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, panitia pelaksana, para suster KSFL, serta umat Paroki Roh Kudus Mabilabol, Dekenat Pegunungan Bintang.</p>



<p>Personel Satgas Korpasgat yang bertugas di Bandara Oksibil turut memastikan operasional bandara berjalan aman dan kondusif selama proses kedatangan Uskup. Mereka hadir secara profesional dan humanis, mendukung suasana tertib tanpa mengganggu jalannya penyambutan.</p>



<p>Danpos Satgas Korpasgat Oksibil, Kapten Pas Achmad Rifai, S.Tr. (Han.), menjelaskan peran pihaknya dalam pengamanan teknis bandara:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>“Kami memastikan operasional bandara tetap aman dan tertib selama kedatangan Uskup. Ini bagian dari tugas kami, sekaligus bentuk penghormatan terhadap kegiatan keagamaan yang membawa semangat persaudaraan dan kedamaian di wilayah ini.”</p>
</blockquote>



<p>Mgr. Paskalis menyampaikan apresiasinya atas dedikasi para suster KSFL dan para misionaris yang telah melayani umat di wilayah Papua selama satu abad.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>“Pelayanan mereka adalah bukti kasih Allah yang nyata, diwujudkan dalam kerja sederhana namun penuh cinta bagi umat, termasuk di pelosok seperti Pegunungan Bintang,” ungkapnya.</p>
</blockquote>



<p>Setelah penyambutan, Mgr. Paskalis melanjutkan kunjungannya ke Gereja Katolik Distrik Oksibil untuk memimpin misa dan perayaan syukur bersama umat serta komunitas religius.</p>



<p>Perayaan ini menjadi momentum penting, tidak hanya bagi umat Katolik, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Pegunungan Bintang. Kolaborasi antara masyarakat adat, gereja, dan aparat keamanan mencerminkan semangat persaudaraan lintas budaya dan iman yang terus tumbuh di tengah keberagaman Indonesia.</p>

Barito Kuala — Koramil 1005-03/Rantau Badauh melaksanakan kegiatan karya bakti (Karbak) berupa pembersihan pasar, selokan,…
Banjar – Kodim 1006/Banjar diwakili Pasiintel Kapten Arif Triyantoko menghadiri kegiatan Sosialisasi Pusat Pendidikan Wawasan…
Ketapang – Dalam rangka memperkuat hubungan emosional dan menjaga keharmonisan di wilayah binaan, Babinsa 1203-08/Pulau…
TAPIN – Pemerintah Kecamatan Candi Laras Utara (CLU), Kabupaten Tapin, melaksanakan rapat koordinasi pembentukan Tim…
MERAUKE - Wujud nyata kepedulian TNI kepada Masyarakat kembali terlihat melalui aksi Babinsa Koramil 1707-05/Ulilin.…
Nagan Raya - Nilai gotong royong sebagai identitas bangsa Indonesia kembali ditunjukkan melalui program TNI…