Balangan – Pasca banjir bandang yang melanda dua kecamatan di wilayah Kabupaten Balangan, Bupati Balangan Abdul Hadi menetapkan status tanggap darurat bencana hingga 3 Januari 2026 mendatang.
Penetapan status tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di halaman Kantor Camat Awayan, Minggu (28/12/2025). Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Balangan Abdul Hadi sebagai langkah percepatan penanganan pascabencana.
Usai rapat, Bupati Balangan meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir bandang. Pada kesempatan tersebut, Abdul Hadi mendengarkan langsung keluhan warga terkait kerusakan rumah, perlengkapan rumah tangga, serta trauma yang dialami akibat bencana.
“Kami sangat prihatin setelah melihat langsung kondisi warga hari ini. Tentunya pemerintah daerah hadir untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan penanganan dan bantuan yang dibutuhkan,” ungkap Abdul Hadi di sela peninjauan.
Selain meninjau lokasi terdampak, Bupati Balangan juga mengecek langsung posko utama bencana. Ia memastikan pendistribusian bantuan berjalan dengan baik, tepat sasaran, serta ketersediaan logistik tetap aman.
Di posko utama, bantuan berupa beras, mi instan, dan telur terus berdatangan untuk diolah dan kemudian didistribusikan kepada warga terdampak. Selain itu, selimut serta pakaian juga disalurkan mengingat banyak warga kehilangan pakaian akibat terendam banjir.
Sementara itu, Dandim 1001/HSU-BLG Letkol Inf Endra Retno Erowanto, S.Sos., M.I.P., menyampaikan bahwa jajaran TNI siap mendukung penuh upaya penanganan bencana dan membantu pemerintah daerah di lapangan.
“TNI melalui Kodim 1001/HSU-BLG akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Polri, dan instansi terkait dalam penanganan bencana ini, baik dalam pendistribusian bantuan, pengamanan wilayah, maupun membantu masyarakat terdampak,” tegas Dandim.
Berdasarkan data sementara, banjir bandang berdampak pada delapan desa di Kecamatan Tebing Tinggi dengan kerusakan bangunan serta perlengkapan rumah tangga warga. Selain itu, tiga desa di Kecamatan Halong juga turut terdampak banjir bandang.
Adapun banjir akibat luapan air ke wilayah hilir dilaporkan menggenangi enam desa di Kecamatan Awayan dan enam desa di Kecamatan Halong, dengan pendataan kerusakan yang masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.(pendim1001).






