banner 120x600

TMMD Ke-126: Saat Adzan Berkumandang, Prajurit TNI Letakkan Alat dan Berwudhu

BARITO KUALA – Bagi anggota Satgas TMMD Ke-126 Kodim 1005/Barito Kuala, menjalankan tugas negara tidak menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban beribadah. Suasana khusyuk tampak di Langgar Nurul Ikhsan, Desa Tumih, Kecamatan Wanaraya, ketika mereka melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah di sela-sela padatnya kegiatan pembangunan.

Koordinator Umum TMMD, Kapten Caj Mahyuni Azis, menyampaikan bahwa keseimbangan antara tugas dan ibadah menjadi kunci keteguhan moral prajurit.

“TNI dibentuk bukan hanya untuk bekerja keras, tapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat. Di sinilah nilai moral TNI diuji,” jelasnya, Sabtu (01/11).

Menurutnya, setiap langkah dalam program TMMD adalah ibadah itu sendiri, karena tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat. Namun, ibadah ritual tetap menjadi fondasi utama bagi prajurit di lapangan.

Pemandangan seperti ini menjadi hal yang biasa di Desa Tumih. Adzan menjadi tanda bagi seluruh personel Satgas untuk beristirahat sejenak, menata diri, dan kembali bekerja dengan semangat baru.

Langgar kecil itu kini menjadi simbol harmoni antara tugas negara dan panggilan hati. Di sinilah TNI menunjukkan makna sejati “manunggal” dalam arti spiritual dan sosial.(1005).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *