<p class="wp-block-paragraph"><strong>HULU SUNGAI SELATAN &#8211;</strong> Hujan lebat dengan intensitas waktu yang lama di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) telah menyebabkan aliran Sungai Amandit meluap, tidak mampu menampung air hujan. Meluapnya air Sungai Amandit berdampak pada masyarakat yang rumahnya terendam, bahkan jalan poros penghubung Kecamatan Kalumpang menuju Margasari juga terendam dengan ketinggian air rata-rata 40 cm. Senin (5/1/26).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat situasi tersebut, jajaran Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1003-06/Simpur-Kalumpang turun langsung ke lapangan memantau sekaligus melaksanakan pengamanan kepada masyarakat yang melintas jalan poros tersebut, serta memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kapten Inf Tugino, Danramil 1003-06/Simpur-Kalumpang, menjelaskan bahwa sebagai aparat teritorial yang mempunyai tugas dan tanggung jawab pembinaan di wilayah, pihaknya telah mengintruksikan seluruh jajaran Babinsa di lapangan untuk turun langsung ke lapangan melaksanakan pemantauan dan membantu masyarakat yang terdampak, sekaligus mengamankan jalan poros yang terendam air.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Para Babinsa yang wilayahnya terdampak luapan air Sungai dengan sigap dan cepat telah turun ke lapangan membantu masyarakat dan mengamankan jalan poros yang terendam air guna menghindari adanya korban,&#8221; ucap beliau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, dijelaskan bahwa situasi dan kondisi ini telah terjadi pada tiap tahunnya di musim penghujan. Pasalnya, wilayah Kecamatan Kalumpang merupakan wilayah dataran rendah dan rawa. Namun demikian, kepada masyarakat juga diberikan himbauan dan edukasi untuk terus waspada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sampai saat ini belum ada laporan kerugian jiwa, namun rumah masyarakat telah terendam sehingga aktivitas masyarakat terganggu, bahkan para petani tidak bisa melakukan aktivitasnya di sawah, sehingga perputaran ekonomi terganggu,&#8221; imbuh beliau.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dampak banjir ini meliputi pemukiman yang tinggal di sepanjang bantaran sungai di beberapa desa, antara lain Desa Karang Paci: 98 KK, Desa Balimau: 58 KK, Desa Bago Tanggul: 63 KK, Desa Karang Bulan: 122 KK, Desa Balanti: 32 KK dan Desa Kalumpang: 114 KK</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kami menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati, serta mengikuti instruksi dari pihak berwenang. Semoga bantuan dan dukungan dapat segera diberikan kepada masyarakat terdampak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">@pendim1003</p>

BONE – Upacara pembukaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1407/Bone di Desa…
BONE – Gema suara gong di Desa Patukku, Kecamatan Bontocani, pada Rabu (15/7) menandai dimulainya…
BONE – Dentuman gong itu dipukul Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Prosesi pemukulan gong…
BONE – Komandan Kodim 1407/Bone, yang juga bertindak selaku Dansatgas TMMD ke-129, Letkol Inf. Laode…
BONE – Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada TNI,…
BONE – Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S., resmi membuka Program TNI Manunggal Membangun…