Categories: TMMD

Suasana Santai Jadi Wadah Warga Parangjoro Curhat Saat TMMD Istirahat

<p><strong>SUKOHARJO &&num;8211&semi;<&sol;strong> Di sela jeda kerja ketika cangkul dan alat kerja ditidurkan&comma; anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0726&sol;Sukoharjo memilih duduk bersama warga Desa Parangjoro setelah rampung mengerjakan talud dan weremisasi&comma; sehingga cerita-cerita warga mengalir bebas tentang urusan sehari-hari&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Suyanto menjadi salah satu warga yang menikmati suasana tersebut&period; Ia mengaku baru pertama kali dapat berbincang cukup lama dengan anggota TNI&period; Percakapan yang berlangsung tanpa suasana formal membuat dirinya dan warga lain lebih leluasa menyampaikan cerita&period; Anak-anak yang berada di sekitar lokasi pun ikut menikmati suasana dengan bermain bersama anggota Satgas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kegiatan Komsos tidak dibatasi pada satu persoalan&period; Kesehatan&comma; pertanian&comma; wawasan kebangsaan&comma; bahaya narkoba&comma; keluarga serta perkembangan pembangunan desa menjadi bahan pembicaraan&period; Dari percakapan itu pula anggota Satgas menerima masukan warga&comma; termasuk persoalan drainase yang disampaikan kepada Serda Wahyudi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kalau sudah kenal dan akrab&comma; warga jadi tidak sungkan&comma;” kata Serda Wahyudi&period; Sementara itu&comma; Bhabinkamtibmas Desa Parangjoro Bripka Darsono menilai komunikasi yang terbuka membantu masyarakat dan aparat memahami persoalan di lingkungan masing-masing&period; Kepala Desa Parangjoro Hardiman&comma; S&period;H&period;&comma; menyebut kebiasaan tersebut membuat warga lebih bersemangat mengikuti kegiatan yang berlangsung di desa&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Komandan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0726&sol;Sukoharjo Letkol Inf Reza Sahputra&comma; S&period;E&period;&comma; memandang komunikasi sebagai bagian penting dari pekerjaan di lapangan&period; Ia berpesan agar hubungan yang sudah terjalin selama TMMD tidak berhenti setelah kegiatan selesai&period; Sebab&comma; pembangunan fisik memiliki batas waktu&comma; sedangkan komunikasi yang terpelihara dapat menjadi modal warga dan aparat untuk menyelesaikan persoalan desa pada waktu berikutnya&period;&lpar;Red&sol;Wr&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;

Admin

Recent Posts

SD Negeri Tamban Bangun Terapkan PBB untuk Bangun Kedisiplinan Siswa

BARITO KUALA - Di halaman SD Negeri Tamban Bangun, siswa sibuk berlatih posisi tegap dan…

4 jam ago

Di Bawah Pohon Kelapa, Dan SSK dan Warga Tamban Bangun Bersantai Usai Kerja

BARITO KUALA - Di tepi jalan yang berdebu dan lahan terbuka, sebuah pohon kelapa jadi…

4 jam ago

Dari Lubang ke Jalan Layak: Anak-anak Tamban Bangun Rasakan Manfaat Perbaikan

BARITO KUALA - Wajah pagi di Desa Tamban Bangun berubah; anak-anak yang biasa menghindari kubangan…

4 jam ago

Pengaspalan Sementara di Tamban Bangun Bikin Perjalanan Sekolah Lebih Ringan

BARITO KUALA - Empat anak bersepeda beriringan melintas di badan jalan yang kini dipadatkan dengan…

4 jam ago

Opname di 18 Titik: Jalan Tamban Bangun Capai Ketebalan 16–18 cm

BARITO KUALA - Perbaikan badan jalan yang membelah persawahan Desa Tamban Bangun kini menjadi akses…

4 jam ago

Hasil Opname Dinas PUPR: Jalan TMMD Tamban Bangun Tebal 16–18 cm dan Lebar 3,6 Meter

BARITO KUALA - Pengujian teknis mengonfirmasi kondisi badan jalan TMMD Ke-129 di Tamban Bangun memenuhi…

4 jam ago