Nabire, Papua Tengah, 2 Februari 2026 — Proses evakuasi pesawat Smart Air PK-SNS, yang mendarat darurat di Pantai Kaladiri pada Selasa, 27 Januari 2026, selesai pada Minggu (1/2/2026). Pesawat akan dikirim ke Pontianak, Kalimantan Barat, untuk perbaikan menyeluruh.
Evakuasi berlangsung di Kampung Kaladiri, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, melibatkan tim teknisi Smart Air bersama aparat terkait. Tim teknisi melepas sayap dan roda pesawat, memindahkan badan pesawat ke dalam kontainer, dan menyiapkan pengangkutan ke pelabuhan. Proses ini memakan waktu sekitar tiga har.
“Evakuasi telah selesai dan berjalan lancar. Pesawat akan digeser ke Pelabuhan Samabusa sebelum dikirim ke Pontianak untuk perbaikan lebih lanjut,” ujar seorang petugas.
Pengamanan selama evakuasi dilakukan oleh personel Satgas Korpasgat bersama dengan pihak terkait. Danpos Satgas Korpasgat Nabire, Lettu Pas Yudha Satria, menegaskan,
“Satgas Korpasgat memastikan seluruh proses evakuasi berjalan lancar dan mendukung tim teknisi hingga pesawat siap dikirim ke Pontianak,” jelasnya.
Sebelumnya, pesawat Smart Air jenis Caravan dengan nomor registrasi PK-SNS mendarat darurat di Pantai Kaladiri, Nabire, pada Selasa siang. Pesawat yang terbang dari Nabire menuju Kabupaten Kaimana, Papua Barat, diduga mengalami gangguan teknis setelah lepas landas, sehingga kembali ke Bandara Nabire dan akhirnya mendarat darurat di pantai tersebut.
Operasional penerbangan di Bandara Douw Aturure, Nabire, Papua Tengah, telah berjalan normal. Insiden pendaratan darurat pesawat Smart Air pada Selasa, 27 Januari 2026, tidak berdampak pada fasilitas bandara sehingga jadwal penerbangan tetap normal. Setelah evakuasi selesai, pesawat Smart Air PK-SNS akan dikirim ke Pontianak untuk menjalani perbaikan dan pemeliharaan.






