banner 120x600

Satgas Korpasgat Kawal Penerbangan Perdana Subsidi Angkutan Udara Perintis 2026 di Yahukimo

Dekai, Papua Pegunungan, 6 Januari 2026 – Dua pesawat perintis milik Association Mission Aviation (AMA) resmi dioperasikan untuk melayani rute penerbangan perintis di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (6/1/2026). Armada ini mendukung layanan transportasi udara di wilayah terpencil, menggantikan operator sebelumnya, sekaligus memfasilitasi distribusi logistik dan akses kebutuhan penting masyarakat.

Pesawat Cessna 208 (PK-RCB) dan Pilatus PC-6 (PK-RKE) melaksanakan penerbangan perdana menuju Distrik Korupon. Rute ini menjadi jalur penting untuk menghubungkan desa-desa yang sulit dijangkau kendaraan darat karena medan pegunungan yang berat dan infrastruktur terbatas. Kehadiran armada ini diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung pengiriman obat-obatan, bahan pangan, perlengkapan pendidikan, dan kebutuhan pokok lainnya.

Kedatangan pesawat disambut oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Yahukimo Darius Kobak, Direktur AMA Bom Kayadu, serta Letda Pas Arya Wahyu Megantara S.Tr. (Han), Danpos Satgas Korpasgat di Yahukimo.

“Satgas Korpasgat memastikan seluruh proses penerbangan di Bandara Nop Goliat Dekai berlangsung aman dan tertib. Ini menjadi fondasi agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap lancar,” ujar Letda Arya. Acara penyambutan menegaskan sinergi antara pemerintah daerah, operator penerbangan, dan aparat keamanan.

Program angkutan udara perintis merupakan program strategis pemerintah untuk memastikan akses transportasi bagi wilayah terpencil. Bandara Nop Goliat Dekai berperan sebagai hub yang menghubungkan rute-rute perintis, memudahkan armada mengangkut penumpang dan barang dengan efisien. Di wilayah pegunungan seperti Yahukimo, pesawat perintis menjadi sarana utama untuk menembus medan sulit yang tidak bisa dilalui kendaraan darat.

Pemerintah berharap layanan penerbangan perintis AMA dapat memperkuat layanan transportasi udara di Kabupaten Yahukimo, mendukung kelancaran mobilitas warga, percepatan pembangunan, dan pemerataan kesejahteraan di Provinsi Papua Pegunungan. Kehadiran armada baru ini juga menegaskan komitmen negara untuk menjaga keamanan sekaligus meningkatkan konektivitas wilayah perbatasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *