Nabire, Papua Tengah, 11 November 2025 – Kabupaten Nabire mendapat kehormatan dengan kedatangan Duta Besar Republik Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, beserta rombongan. Kedatangan berlangsung pada Senin, 10 November 2025, sebagai bagian dari kunjungan kerja resmi di Papua Tengah untuk memperkuat kerja sama Seychelles–Indonesia, khususnya di bidang kelautan, lingkungan, dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.
Rombongan disambut meriah di Bandara Douw Aturure, Kampung Karadiri, Distrik Wanggar, dengan tarian adat Papua, pengalungan noken, serta pemasangan mahkota kehormatan sebagai simbol penghormatan dari masyarakat setempat. Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otsus, Ukkas S.Sos, M.Kp, turut menyampaikan ucapan selamat datang.
Personel Satgas Korpasgat Nabire ditempatkan di titik-titik strategis, mulai dari area kedatangan, apron, hingga pintu masuk dan keluar bandara, untuk memastikan seluruh rangkaian penyambutan berlangsung aman dan tertib. Danpos Satgas Korpasgat Nabire, Lettu Pas Yudha Satria, menyampaikan:
“Kami melakukan pengamanan terpadu bersama aparat terkait untuk memastikan kegiatan penyambutan berlangsung aman, tertib, dan sesuai protokol. Kami juga bersyukur masyarakat ikut menjaga suasana tetap kondusif dan penuh semangat kebersamaan.”
Rombongan yang mendampingi Dubes Nico Barito antara lain Owen Rahadiyan, Direktur Blue Institute; Erik Harivani, Staf Khusus Seychelles untuk ASEAN; dan Asido Situmorang, Assistant Infocom Seychelles Mission Jakarta.
Dalam kesempatan ini, Dubes Nico Barito menekankan potensi besar Papua Tengah yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan:
“Papua Tengah memiliki potensi besar dalam pengelolaan wisata dan investasi yang dapat meningkatkan pendapatan daerah jika dikelola dengan benar. Pembersihan pantai, penanaman mangrove, hingga budidaya ikan dan udang organik bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.”
Usai penyambutan, rombongan melanjutkan perjalanan ke hotel untuk beristirahat sebelum agenda kerja berikutnya, termasuk pertemuan dengan pemangku kepentingan lokal. Kehadiran Duta Besar Nico Barito diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral Seychelles–Indonesia dan membuka peluang kolaborasi baru di kawasan ASEAN, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya laut Papua Tengah secara berkelanjutan.












