Nabire, Papua Tengah, 8 Februari 2026 – Satgas Korpasgat memastikan operasional Bandara Douw Aturure, Kabupaten Nabire, berjalan lancar dan tertib saat kedatangan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Akbar Himawan Buchari, pada Sabtu, 7 Januari 2026.
Danpos Satgas Korpasgat Nabire, Lettu Pas Yudha Satria, menyatakan Satgas Korpasgat fokus menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran operasional Bandara Douw Aturure. “Kami fokus pada pengawasan area apron, terminal, dan akses transportasi, bekerjasama dengan Avsec dan pihak terkait,” ujarnya.
Akbar Himawan Buchari disambut Ketua Umum BPD HIPMI Papua Tengah, Yoti Gire, beserta anggota HIPMI dari Provinsi Papua Pegunungan. Penyambutan dilakukan secara adat melalui tarian tradisional dan pemasangan mahkota.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Guest House Jalan Merdeka, Nabire, untuk menghadiri pelantikan Yoti Gire sebagai Ketua Umum BPD HIPMI Papua Tengah periode 2026–2029. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Akbar Himawan Buchari dan disaksikan Wakil Gubernur Papua Tengah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Komite Otsus Papua, serta para bupati se-Papua Tengah.
Wakil Gubernur, Deinas Geley, menekankan pentingnya membangun generasi muda menjadi pengusaha tangguh. “Kita harus mendidik generasi muda untuk menjadi entrepreneur. Dengan berwirausaha, pendapatan dan kemandirian ekonomi bisa lebih besar daripada sekadar jadi ASN,” kata Deinas.
Akbar Buchari menambahkan, “Kalau SDM tidak dibangun, potensi besar ini akan dimanfaatkan pihak luar. HIPMI hadir agar pengusaha muda Papua bisa menjadi pelaku utama.”
Dalam pidato pelantikannya, Yoti Gire menegaskan bahwa tantangan pembangunan Papua adalah kualitas SDM, bukan kekayaan alam. Kepengurusan BPD HIPMI Papua Tengah akan memprioritaskan penguatan SDM dan konsolidasi organisasi di delapan kabupaten.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum lahirnya ekosistem pengusaha lokal yang mandiri dan berdaya saing. Pelantikan ini juga merupakan agenda strategis HIPMI untuk memperkuat jaringan pengusaha muda di wilayah Indonesia Timur.






