banner 120x600
KODIM  

Prajurit Korem 174/ATW dan Kodim 1707 Ikuti Upacara Khidmat

‎Merauke – Upacara Bendera 17-an Bulan Februari 2026 gabungan Korem 174/ATW dan Kodim 1707/Merauke berlangsung khidmat di Lapangan Makodim 1707/Merauke, Jalan Raya Mandala, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Rabu (18/2/2026).

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Danrem 174/ATW Brigjen TNI Mustakim, S.I.P., M.Si., dengan Komandan Upacara Mayor Inf Laharuni (Danramil 1707-05/Kota Merauke) dan Perwira Upacara Kapten Inf Wasmantoro (Kapenrem 174/ATW). Upacara diikuti sekitar 150 prajurit dan ASN TNI AD.

‎Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat jajaran Korem 174/ATW dan Kodim 1707/Merauke, di antaranya Kasi Pers Kasrem 174/ATW Kolonel Inf Wildan Bahtiar, S.I.P., M.I.P., Kasi Ops Kasrem 174/ATW Kolonel Inf Ustadi Rahmad, serta para perwira staf dan komandan satuan lainnya. Susunan pasukan terdiri dari satu peleton Pamen, satu peleton Pama, dua SSK Korem 174/ATW tanpa senjata, dan satu SSK Kodim 1707/Merauke bersenjata.

‎Rangkaian upacara diawali dengan masuknya Komandan Upacara ke lapangan, laporan Perwira Upacara, hingga Inspektur Upacara memasuki lapangan upacara. Prosesi pengibaran Bendera Merah Putih berlangsung tertib dan penuh penghormatan, ditandai dengan pasukan bersenjata melaksanakan gerakan lepas pasang sangkur sebagai simbol kesiapsiagaan prajurit.

‎Dalam kesempatan tersebut, Inspektur Upacara membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Dalam amanatnya ditegaskan bahwa upacara 17-an bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan momentum refleksi atas capaian kinerja serta penguatan disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab sebagai prajurit dan ASN TNI AD. Dua bulan awal tahun 2026 disebut sebagai fase krusial dalam merealisasikan program kerja dan anggaran yang telah dirumuskan melalui berbagai forum strategis TNI AD.

‎Menutup amanatnya, Kasad menekankan lima pedoman utama, yakni memperkuat keimanan dalam setiap langkah pengabdian, menjaga soliditas internal dan eksternal, menebarkan nilai-nilai persatuan dan kedamaian, terus belajar dan berlatih, serta meningkatkan kesiapsiagaan satuan dalam menghadapi berbagai penugasan termasuk bantuan penanggulangan bencana.

Upacara 17-an ini menjadi sarana pembinaan rutin untuk memperkokoh semangat pengabdian kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman serta lancar.(1707).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *