<p><strong>SUKOHARJO &#8211;</strong> Pagi di Desa Parangjoro menampakkan tumpukan batu yang perlahan disusun menjadi talud pelindung sawah.</p>
<p>Proses tersebut melibatkan beberapa pihak; ada yang mengangkat batu, meratakan adukan, serta memastikan susunan talud tetap rapi demi kekuatan struktur.</p>
<p>Pada Senin (3/8/2026), semangat kerja tidak surut meski terik; anggota Satgas mengatakan semua pekerjaan dikerjakan sungguh-sungguh karena talud berfungsi menjaga sawah dari aliran air saat hujan deras.</p>
<p>Warga menilai bangunan itu bukan hanya susunan material, tetapi juga sumber rasa aman yang memperkuat kepastian perlindungan hasil pertanian mereka.</p>
<p>Talud yang berdiri di tengah sawah Parangjoro menunjukkan bahwa pembangunan kolaboratif memberi manfaat jangka panjang yang melebihi masa pembuatannya.</p>
<p>(Red/Cn)</p>

KUTAI TIMUR - Kebakaran lahan dan semak belukar seluas sekitar tiga hektare di RT 34,…
KUTAI TIMUR - Peluang belajar bagi anak-anak terus diperluas lewat dukungan pada Sekolah Rakyat, sebagai…
SULTAN DAULAT - Pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar SD Negeri 2 Jabi Jabi…
ACEH BARAT - Sebagai bagian dari Jumat Sehat, para prajurit Korem 012/Teuku Umar memilih melakukan…
ACEH JAYA - Pengecekan Jembatan Garuda di Desa Paya Laot dan Desa Sawang, Kecamatan Setia…
ACEH JAYA - Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Glejong, Kecamatan Jaya, Kabupaten…