INFORMASI

Padusi Tapa: Ketangguhan Seorang Istri Prajurit Mengolah Tradisi Menjadi Kekuatan Ekonomi

&NewLine;<p>Di balik kesuksesan sebuah usaha kecil yang tumbuh dari potensi lokal&comma; selalu ada sosok perempuan tangguh yang bekerja dengan hati&period; Dialah Sinar Hayani&comma; perempuan yang tak hanya setia mendampingi pengabdian suami sebagai prajurit TNI AD&comma; tetapi juga mampu menghadirkan inovasi ekonomi kreatif melalui usaha berbasis sereh wangi di Tapaktuan&comma; Aceh Selatan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Lahir dengan nama kecil Sinar Hayani&comma; ia menikah dengan Sertu Sutrisno Wijoyo &lpar;NRP 31040237530384&rpar; pada 30 Maret 2007&period; Saat awal pernikahan&comma; sang suami masih berpangkat Pratu dan bertugas sebagai Bak Duk Pok Koki Kipan C Yonif 115&sol;ML Rem 012&sol;TU&period; Kini&comma; dengan amanah sebagai Babinsa Koramil 01 Tapaktuan Kodim 0107&sol;Asel&comma; perjalanan pengabdian suami turut menjadi bagian dari dinamika kehidupan yang ia jalani sebagai anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Dim 0107&sol;Asel Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<figure class&equals;"wp-block-image size-full"><img src&equals;"https&colon;&sol;&sol;narasitni&period;co&period;id&sol;wp-content&sol;uploads&sol;2026&sol;04&sol;WhatsApp-Image-2026-04-29-at-08&period;04&period;56-1&period;jpeg" alt&equals;"" class&equals;"wp-image-35174"&sol;><&sol;figure>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>Belajar Kuat dari Kehidupan Persit<&sol;strong><br>Menjadi seorang anggota Persit bukanlah peran yang mudah&period; Ada kebanggaan&comma; tetapi juga pengorbanan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Sinar Hayani merasakan betul hangatnya kekeluargaan dalam lingkungan Persit&period; Baginya&comma; kebersamaan di asrama&comma; saling mendukung dalam kegiatan organisasi&comma; serta kesempatan untuk ikut berkontribusi adalah kebahagiaan tersendiri&period; Ia bangga bisa mendampingi suami dalam setiap penugasan sekaligus tetap berkarya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Namun&comma; di balik itu&comma; ada duka yang harus dijalani dengan lapang dada&period; Seorang anggota Persit harus selalu siap ditinggal tugas&comma; membatasi ruang gerak&comma; serta menahan rindu demi tugas negara&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Perubahan peran setelah menikah menuntutnya untuk menjadi pribadi yang lebih kuat&comma; mandiri&comma; dan kreatif&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>Padusi Tapa&colon; Warisan Keluarga yang Dikembangkan dengan Inovasi<&sol;strong><br>Semangat itulah yang kemudian ia tuangkan dalam usaha Padusi Tapa&comma; sebuah UMKM berbasis keterampilan olahan sereh wangi&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Usaha ini sebenarnya merupakan warisan keterampilan dari keluarga&comma; namun melalui sentuhan kreativitas dan dukungan organisasi Persit&comma; ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih modern dan bernilai ekonomi&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Sejak tahun 2020&comma; ia mulai memasarkan minyak sereh wangi agar komoditas lokal Aceh Selatan memiliki nilai tambah&period; Proses produksinya tetap mempertahankan cara tradisional — merebus 7–8 kilogram sereh selama sekitar 12 jam hingga menghasilkan minyak berkualitas&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Tak berhenti pada satu produk&comma; inovasi terus dilakukan&period; Kini&comma; Padusi Tapa menghadirkan berbagai varian&comma; di antaranya minyak sereh wangi&comma; lilin aromaterapi&comma; sabun aromaterapi&comma; pembersih lantai berbahan sereh&comma; sabun cuci piring sereh&comma; dan roll-on sereh&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Produk-produk tersebut dikenal bukan hanya karena aromanya yang segar dan menenangkan&comma; tetapi juga manfaat alaminya&comma; seperti membantu mengusir nyamuk dan aman di tangan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>Menggerakkan Ekonomi Lingkungan<&sol;strong><br>Usaha yang beralamat di Tapaktuan&comma; Aceh Selatan ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan keluarga&comma; tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar melalui kelompok usaha&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Dalam tiga bulan terakhir&comma; penjualan mencapai sekitar 120 produk dengan omzet Rp4–5 juta&period; Produk Padusi Tapa juga telah mengantongi izin P-IRT sejak 2023 dan terus berproses menuju perizinan BPOM&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Pemasarannya masih berfokus di wilayah Tapaktuan melalui jaringan Persit&comma; mitra Kodim&comma; instansi pemerintah&comma; perbankan&comma; serta media sosial&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>Makna Nama &OpenCurlyDoubleQuote;Padusi Tapa”<&sol;strong><br>Nama Padusi Tapa memiliki filosofi yang kuat&period; Dalam bahasa Aceh&comma; &OpenCurlyDoubleQuote;Padusi” berarti perempuan&period; Nama ini terinspirasi dari legenda tentang Tuan Tapa yang menyelamatkan putri Aceh Selatan — simbol kekuatan&comma; keberanian&comma; dan peran perempuan dalam kehidupan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Bagi Sinar Hayani&comma; nama ini adalah representasi para istri prajurit yang tetap berkarya&comma; mandiri&comma; dan produktif tanpa meninggalkan peran utama dalam keluarga&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>Perempuan&comma; Persit&comma; dan Kemandirian<&sol;strong><br>Keikutsertaannya dalam berbagai kegiatan&comma; termasuk event Persit Bisa&comma; menjadi bukti bahwa anggota Persit mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Perjalanan Ny&period; Sinar Hayani menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkembang&comma; tradisi bisa menjadi kekuatan ekonomi jika diolah dengan inovasi&comma; dan perempuan memiliki peran besar dalam mendukung ketahanan keluarga&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Dengan semangat yang terus menyala&comma; ia berharap Padusi Tapa dapat menembus pasar yang lebih luas dan membawa nama Aceh Selatan dikenal melalui produk sereh wanginya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p><strong>Menjadi Inspirasi<&sol;strong><br>Kisah Sinar Hayani adalah tentang kesetiaan&comma; ketangguhan&comma; dan kreativitas&period; Tentang bagaimana seorang perempuan mampu menjalankan peran sebagai istri prajurit&comma; anggota organisasi&comma; ibu&comma; sekaligus pelaku UMKM yang memberdayakan lingkungan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Dari Tapaktuan&comma; ia membuktikan bahwa anggota Persit tidak hanya mendampingi&comma; tetapi juga menginspirasi dan menggerakkan&period;<&sol;p>&NewLine;

Admin

Recent Posts

Komsos Babinsa Aceh Barat Wujudkan Kedekatan dan Kebersamaan dengan Warga

ACEH BARAT – Guna menjalin hubungan baik, Babinsa melaksanakan komsos dengan warga binaan. Babinsa Posramil…

57 menit ago

Sertu Juliansyah Turun Tangan, Bantu Warga Bangun Rumah di Gampong Tungkop

ACEH BARAT – Sertu Juliansyah selaku Babinsa Koramil 01/Sungai Mas, Kodim 0105/Aceh Barat, melaksanakan kegiatan…

1 jam ago

Tangan Terampil Persit Aceh Barat Hidupkan Warisan Kasab dan Ekonomi Lokal

Di Desa Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, deretan benang emas yang tersusun rapi…

1 jam ago

Kodim 1004/Kotabaru Bangun Jembatan Garuda, Pengerjaan Sudah 20 Persen

KOTABARU – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang berlokasi di Desa Limbungan terus menunjukkan perkembangan positif.…

2 jam ago

Persami Bela Negara Kodim 1707/Merauke Ditutup, Siswa Dibekali Disiplin dan Nasionalisme

MERAUKE – Komandan Kodim 1707/Merauke Letkol Czi Dili Eko Setyawan, S.Ak., M.Han secara resmi menutup…

2 jam ago

60 Siswa SMA Ikuti Persami Bela Negara di Makodim 1707/Merauke

MERAUKE – Kodim 1707/Merauke menggelar kegiatan Persami Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) bagi…

2 jam ago