<p><strong>SUKOHARJO &#8211;</strong> Bagi sejumlah warga Desa Parangjoro, yang paling melekat dari pelaksanaan TMMD bukan hanya infrastruktur, melainkan waktu bercakap langsung dengan prajurit yang bekerja setiap hari bersama mereka.</p>
<p>Suasana santai saat beristirahat berubah menjadi kesempatan saling mengenal; pembicaraan mengenai pertanian, keluarga, dan kehidupan desa berlangsung tanpa formalitas sehingga tercipta keakraban.</p>
<p>Kegiatan di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo pada Senin (3/8/2026) menunjukkan bahwa komunikasi sederhana bisa membangun rasa kebersamaan yang sulit didapat melalui pertemuan resmi.</p>
<p>Kedekatan itu membuat warga tidak lagi memandang prajurit semata sebagai tamu kerja, melainkan bagian dari lingkungan yang turut merasakan dinamika desa selama TMMD berlangsung.</p>
<p>Interaksi harian tersebut menjadi warisan sosial yang melengkapi hasil pembangunan fisik serta memperkokoh hubungan TNI dan masyarakat dalam semangat gotong royong.(Red/Cn)</p>

SUKOHARJO - Talud dan gorong-gorong di Dukuh Jebagan dibangun melalui program TMMD Reguler ke-129 Kodim…
SUKOHARJO - Tanah pinggiran sawah membuat jalan rentan terkikis saat hujan mengguyur.Dalam TMMD Reguler ke-129,…
SUKOHARJO - Warga Dukuh Jebagan, Desa Parang Joro mulai merasakan harapan baru saat talud jalan…
SUKOHARJO - Warga Dukuh Jebagan, Desa Parang Joro, merasakan perubahan signifikan saat musim hujan setelah…
SUKOHARJO - Plester hingga bagian tertinggi dinding menjadi pekerjaan berat yang terasa lebih ringan berkat…
SUKOHARJO - Setiap pagi warga menyaksikan perubahan nyata pada Masjid Al Mubaroq; susunan bata pada…