<p><strong>SUKOHARJO &#8211;</strong> Bagi sejumlah warga Desa Parangjoro, yang paling melekat dari pelaksanaan TMMD bukan hanya infrastruktur, melainkan waktu bercakap langsung dengan prajurit yang bekerja setiap hari bersama mereka.</p>
<p>Suasana santai saat beristirahat berubah menjadi kesempatan saling mengenal; pembicaraan mengenai pertanian, keluarga, dan kehidupan desa berlangsung tanpa formalitas sehingga tercipta keakraban.</p>
<p>Kegiatan di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo pada Senin (3/8/2026) menunjukkan bahwa komunikasi sederhana bisa membangun rasa kebersamaan yang sulit didapat melalui pertemuan resmi.</p>
<p>Kedekatan itu membuat warga tidak lagi memandang prajurit semata sebagai tamu kerja, melainkan bagian dari lingkungan yang turut merasakan dinamika desa selama TMMD berlangsung.</p>
<p>Interaksi harian tersebut menjadi warisan sosial yang melengkapi hasil pembangunan fisik serta memperkokoh hubungan TNI dan masyarakat dalam semangat gotong royong.(Red/Cn)</p>

KUTAI TIMUR - Kebakaran lahan dan semak belukar seluas sekitar tiga hektare di RT 34,…
KUTAI TIMUR - Peluang belajar bagi anak-anak terus diperluas lewat dukungan pada Sekolah Rakyat, sebagai…
SULTAN DAULAT - Pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar SD Negeri 2 Jabi Jabi…
ACEH BARAT - Sebagai bagian dari Jumat Sehat, para prajurit Korem 012/Teuku Umar memilih melakukan…
ACEH JAYA - Pengecekan Jembatan Garuda di Desa Paya Laot dan Desa Sawang, Kecamatan Setia…
ACEH JAYA - Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Glejong, Kecamatan Jaya, Kabupaten…