<p><strong>BARITO KUALA –</strong> Dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Barito Kuala, kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan TNI kembali menunjukkan hasil positif. Hal ini terlihat dari Musyawarah Desa (Musdes) Rembug Stunting yang diselenggarakan di Kantor Desa Hilir Mesjid, Kecamatan Anjir Pasar, Jumat (20/06).</p>



<p>Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Babinsa Koramil 1005-09/Anjir Pasar, Serka Yuyu Harianto, yang turut aktif memberikan dukungan dan semangat.</p>



<p>Musdes Rembug Stunting ini menjadi wadah penting bagi seluruh elemen masyarakat Desa Hilir Mesjid untuk bersama-sama merumuskan strategi efektif dalam penanggulangan stunting. Partisipasi aktif dari berbagai pihak, mulai dari Ibu Hamdah perwakilan Kecamatan, Kepala Desa Holdiman, Ketua BPD Mahyudin, Bidan Desa Cici Selisyowati, Ketua RT 01 hingga RT 06, dan para kader Posyandu, menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan generasi muda yang sehat dan berkualitas.</p>



<p>Serka Yuyu Harianto, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh seluruh warga Desa Hilir Mesjid. &#8220;Keberhasilan dalam penanggulangan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab kita bersama,&#8221; Ujar Serka Yuyu.</p>



<p>Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, serta memberikan dukungan kepada keluarga yang memiliki anak berisiko stunting.</p>



<p>Lebih lanjut, Serka Yuyu menjelaskan peran Babinsa dalam mendukung program penanggulangan stunting. &#8220;Kami dari Babinsa siap menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, membantu dalam sosialisasi program, serta memberikan pendampingan kepada keluarga yang membutuhkan,&#8221; Tambahnya. Dukungan ini mencakup penyediaan informasi, edukasi gizi, dan pemantauan perkembangan anak secara berkala.</p>



<p>Musdes Rembug Stunting di Desa Hilir Mesjid menghasilkan beberapa kesepakatan penting, antara lain: penguatan peran Posyandu dalam pemantauan pertumbuhan anak, peningkatan edukasi gizi bagi ibu hamil dan balita, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal untuk pemenuhan gizi. Kesepakatan-kesepakatan ini akan dituangkan dalam rencana aksi yang terukur dan terjadwal, dengan melibatkan seluruh pihak terkait.</p>



<p>Keberhasilan Musdes Rembug Stunting ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Barito Kuala dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Kolaborasi yang solid antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan TNI, dipadu dengan partisipasi aktif masyarakat, menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.(1005).</p>

Aceh Barat – Pembangunan Talut Penahan Timbunan sepanjang 500 meter menjadi fokus utama Satgas TMMD…
Aceh Barat – Terik matahari seolah membakar langit Desa Pasi Aceh, Kecamatan Woyla, Sabtu (28/2/2026).…
Barito Kuala – Suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan mewarnai kegiatan Buka Puasa Bersama dalam rangka…
Merauke – Danramil 1707-05/Ulilin jajaran Kodim 1707/Merauke Mayor Inf Kateni, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang)…
Banjarbaru – Kodim 1006/Banjar melaksanakan upacara pembukaan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang IV Tahun…
Ketapang – Dalam rangka memperkuat hubungan emosional dan wujud nyata kepedulian terhadap warga binaan, Babinsa…