<p class="wp-block-paragraph"><strong>Barito Kuala — </strong>Menanamkan kesadaran dan kepedulian lingkungan sejak usia sekolah, Tim Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) melaksanakan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan kepada siswa-siswi SMP Negeri 1 Alalak. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMPN 1 Alalak, Jalan Brigjend H. Hasan Basri, Desa Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, pada Sabtu (07/11) ini diharapkan mampu membentuk pemahaman yang kuat di kalangan generasi muda bahwa pencegahan Karhutla dimulai dari diri sendiri.<br><br>Tim Pasis Seskoad yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari Kolonel Inf Alfian, Mayor Inf Rakhmat A, Mayor Czi Nugroho S., Mayor Inf Rio Justin, Mayor Arm Yuniarto, Mayor Czi Eyan Budi, dan Mayor Chk Aditya W. Turut mendampingi kegiatan Komandan Kodim 1005/Barito Kuala Letkol Arm Fauzi Raspati Al&#8217;Ansyori, S.Sos., Danramil 1005-07/Alalak Kapten Inf M. Sukardi, serta para Babinsa jajaran Koramil 1005-07/Alalak.<br><br>Dalam penyampaian materinya, Mayor Czi Eyan Budi mengajak seluruh siswa-siswi untuk memahami persoalan penting yang kerap terjadi di lingkungan sekitar, yaitu kebakaran hutan dan lahan. “Anak-anakku sekalian, perlu kita sadari bersama bahwa Karhutla bukan hanya urusan orang dewasa, petugas lapangan, atau aparat saja, melainkan tanggung jawab kita semua sebagai generasi muda yang peduli terhadap masa depan lingkungan kita,” ujarnya membuka materi.<br><br>Ia juga menegaskan bahwa sebagian besar kejadian Karhutla bukanlah murni bencana alam, melainkan akibat dari kelalaian dan perilaku manusia, sehingga perubahan kebiasaan dan kedisiplinan diri adalah kunci utama pencegahannya. “Jangan pernah berpikir bahwa membakar sedikit lahan tidak akan berdampak besar. Satu percikan api yang tidak dijaga bisa berkembang menjadi bencana yang merugikan banyak orang,” tambahnya dengan tegas namun penuh kehangatan.<br><br>Mayor Czi Eyan Budi kemudian menjelaskan secara rinci dampak buruk yang ditimbulkan oleh Karhutla, baik bagi kesehatan maupun kehidupan ekonomi masyarakat. “Asap tebal hasil kebakaran dapat menyebabkan Infeksi Saluran Pernafasan Akut, sesak napas, hingga iritasi mata yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Dampaknya juga terasa dalam kehidupan ekonomi, di mana kegiatan belajar mengajar terhenti, aktivitas masyarakat terganggu karena jarak pandang yang terbatas, dan biaya pemadaman yang harus dikeluarkan sangat besar,” jelasnya.<br><br>Ia juga memaparkan 5 pilar solusi yang harus berjalan beriringan dalam upaya penanggulangan Karhutla, yaitu dukungan kebijakan dari kementerian dan lembaga, pengawasan aktif pemerintah daerah hingga ke tingkat desa, keterlibatan TNI melalui Babinsa dan satuan tugas di lapangan, dukungan ilmu pengetahuan dan penelitian dari para akademisi, serta pemanfaatan teknologi seperti satelit pemantau titik panas dan drone untuk deteksi dini. “Kelima pilar ini harus berjalan bersama, tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, agar upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla benar-benar efektif,” tegasnya.<br><br>Tidak hanya menyampaikan dampak dan solusi, ia juga membekali para siswa dengan langkah praktis yang dapat dilakukan sehari-hari dalam upaya deteksi dini dan pelaporan cepat tanda-tanda kebakaran. “Jika kalian melihat asap sekecil apa pun, segera waspada dan sampaikan kepada orang terdekat. Jangan pernah membakar lahan, sekecil apa pun tujuannya, dan pastikan sisa api benar-benar padam sebelum meninggalkan tempat,” pesannya.<br><br>Ia juga mengingatkan agar tidak mencoba memadamkan api yang sudah membesar sendiri, melainkan segera melaporkan kepada guru, orang tua, ketua RT/RW, Babinsa, atau pihak berwajib agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. “Keselamatan jiwa adalah yang utama, laporkan segera sebelum api berkembang menjadi lebih besar,” ujarnya.<br><br>Kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan penuh antusiasme dari para siswa yang terlihat menyimak dengan saksama setiap materi yang disampaikan. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran untuk menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan semakin tertanam kuat sejak dini, sehingga generasi muda tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan tempat mereka tinggal.</p>

Ketapang – Personel Kodim 1203/Ketapang melaksanakan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Patroli ini…
SIMEULUE – Kesadaran masyarakat dalam mengelola lahan tanpa membakar menjadi salah satu langkah penting untuk…
ACEH JAYA - Kendaraan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) Desa Bintah, Kecamatan Pasie Raya,…
ACEH JAYA - Semangat cinta tanah air dan kesadaran bela negara ditanamkan kepada generasi muda…
ACEH BARAT - Pemanfaatan lahan pertanian untuk menghasilkan bahan pangan terus didorong melalui pendampingan langsung…
ACEH BARAT - Menjaga kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian dari tugas kewilayahan Babinsa. Hal itu…