Categories: KODIM

Koordinasi Tim Mabes TNI dan Pemkab Tapin Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

<p><strong>TAPIN &&num;8211&semi;<&sol;strong> Ancaman kebakaran hutan dan lahan &lpar;Karhutla&rpar; menjadi perhatian serius berbagai pihak di Kabupaten Tapin&period; Dengan memperkuat langkah pencegahan&comma; kesiapsiagaan&comma; serta sinergi lintas sektor menghadapi potensi terjadinya Karhutla&comma; Tim Markas Besar Tentara Nasional Indonesia &lpar;Mabes TNI&rpar; melaksanakan koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Tapin&comma; bertempat di Kantor Pemerintah Kabupaten Tapin&comma; Kamis &lpar;24&sol;9&sol;2026&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Tim Mabes TNI yang dipimpin Kolonel Inf Wildan Bahtiar bersama Kapten Arm Zaenal Fikri melaksanakan koordinasi dan menemui langsung Wakil Bupati Tapin H&period; Juanda&period; Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan koordinasi antara unsur TNI dengan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Tapin&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kegiatan tersebut turut dihadiri Pasi Ops Kodim 1010&sol;Tapin Kapten Inf Asep Abi&comma; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapin Raden Candra Nugraha PS&period;&comma; S&period;T&period;&comma; M&period;S&period;&comma; Kepala BPBD Kabupaten Tapin Drs&period; H&period; Muhammad Nor&comma; M&period;AP&period;&comma; serta Kasatpol PP Kabupaten Tapin Mudo Harjono&comma; S&period;E&period;&comma; M&period;M&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kehadiran sejumlah unsur tersebut menunjukkan pentingnya keterpaduan langkah dalam menghadapi ancaman Karhutla&period; Penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak hanya membutuhkan kesiapan dalam pemadaman&comma; tetapi juga memerlukan upaya pencegahan&comma; pemantauan wilayah&comma; deteksi dini&comma; penyampaian informasi secara cepat&comma; serta keterlibatan masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam koordinasi tersebut&comma; dibahas sejumlah hal berkaitan dengan kondisi wilayah Kabupaten Tapin&comma; potensi terjadinya Karhutla&comma; kesiapan personel&comma; sarana dan prasarana pendukung&comma; serta langkah-langkah yang perlu diperkuat dalam rangka menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Koordinasi juga diarahkan untuk memastikan komunikasi antarinstansi dapat berjalan secara efektif sehingga apabila ditemukan adanya titik api maupun indikasi kebakaran&comma; informasi dapat segera diteruskan kepada unsur terkait untuk dilakukan pengecekan dan penanganan di lapangan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Pasi Ops Kodim 1010&sol;Tapin Kapten Inf Asep Abi menegaskan bahwa sinergi dan koordinasi antarinstansi menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi ancaman Karhutla&period; Menurutnya&comma; langkah pencegahan harus terus dikedepankan dengan memperkuat pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Pencegahan harus menjadi langkah utama&period; Dengan koordinasi yang baik antara TNI&comma; pemerintah daerah&comma; BPBD&comma; Satpol PP dan unsur terkait lainnya&comma; setiap potensi Karhutla dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti&comma;” ujar Kapten Inf Asep Abi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Ia menambahkan&comma; kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran telah terjadi&comma; tetapi harus dimulai sejak tahap pencegahan&period; Pemantauan kondisi wilayah&comma; komunikasi antarpetugas&comma; kesiapan personel dan peralatan&comma; serta kecepatan dalam merespons informasi menjadi bagian penting untuk mengantisipasi agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Selain kesiapan unsur pemerintah dan aparat&comma; peran masyarakat juga dinilai sangat penting dalam upaya pencegahan Karhutla&period; Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan&comma; terutama ketika melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan sumber api di kawasan yang rawan terjadi kebakaran&period;<&sol;p>&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami mengimbau masyarakat agar ikut berperan aktif menjaga lingkungan&period; Jangan melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran&comma; dan apabila melihat adanya asap atau indikasi titik api&comma; segera laporkan kepada aparat atau instansi terkait agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat&comma;” tambahnya&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Koordinasi antara Tim Mabes TNI dan Pemerintah Kabupaten Tapin tersebut juga menjadi momentum untuk menyamakan langkah dalam menghadapi potensi Karhutla&period; Dengan adanya komunikasi yang terbangun antara unsur TNI&comma; pemerintah daerah&comma; BPBD&comma; Satpol PP dan instansi terkait lainnya&comma; diharapkan setiap perkembangan di lapangan dapat segera diketahui dan ditangani sesuai dengan kondisi&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kesiapan lintas sektor menjadi semakin penting karena penanganan Karhutla membutuhkan respons yang cepat dan terkoordinasi&period; Keberadaan personel di lapangan harus didukung dengan informasi yang akurat&comma; sarana prasarana yang memadai&comma; serta mekanisme pelaporan yang berjalan dengan baik&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kodim 1010&sol;Tapin bersama unsur terkait juga terus mendorong agar upaya pencegahan dilakukan secara berkesinambungan&period; Pemantauan wilayah dan komunikasi dengan aparat kewilayahan menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk mengetahui lebih awal apabila terdapat indikasi terjadinya kebakaran&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dalam konteks tersebut&comma; Babinsa sebagai aparat kewilayahan memiliki peran dalam membantu melakukan pemantauan kondisi wilayah serta membangun komunikasi dengan masyarakat&period; Informasi dari masyarakat mengenai potensi maupun kejadian Karhutla dapat menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan penanganan di lapangan&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Melalui koordinasi yang terus diperkuat&comma; seluruh unsur diharapkan memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi ancaman Karhutla&comma; mulai dari pencegahan&comma; deteksi dini&comma; pelaporan&comma; hingga penanganan apabila terjadi kebakaran&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Kegiatan koordinasi Tim Mabes TNI bersama Pemerintah Kabupaten Tapin tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Tapin&period; Sinergi lintas sektor diharapkan mampu meminimalkan risiko Karhutla serta mencegah dampaknya terhadap masyarakat&comma; lingkungan&comma; kesehatan&comma; maupun aktivitas perekonomian daerah&period;<&sol;p>&NewLine;<p>Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian seluruh pihak&comma; upaya pencegahan Karhutla di Kabupaten Tapin diharapkan dapat terus ditingkatkan&period; Kesiapsiagaan aparat&comma; dukungan pemerintah daerah&comma; serta partisipasi aktif masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menjaga wilayah Tapin tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan&period;&lpar;1010&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;

Admin

Recent Posts

185 Pelajar SMKN 1 Tapin Selatan Diberi Penjelasan Rekrutmen Prajurit TNI AD

TAPIN - Penjelasan tentang mekanisme rekrutmen prajurit TNI AD disampaikan kepada ratusan pelajar SMKN 1…

51 menit ago

Kebakaran Lahan Seluas Sekitar 5 Hektare Terjadi di Desa Kolek

KUTAI TIMUR - Lahan belukar dan semi gambut milik warga di Desa Kolek RT 003,…

53 menit ago

Babinsa dan Perangkat Desa Bersama Ahli Gizi Bahas Penanganan Stunting di Segoi Makmur

KUTAI TIMUR - Babinsa Desa Segoi Makmur dari Koramil 0909-04/Muara Ancalong-Long Mesangat, Serda Trimey H,…

55 menit ago

Babinsa Miau Baru Dampingi Warga Saat Konsultasi Rehabilitasi Bendung D.I. Pesap

KUTAI TIMUR - Babinsa Miau Baru dari Koramil 0909-03/Muara Wahau turut hadir pada Pertemuan Konsultasi…

58 menit ago

Babinsa Hadiri Pelatihan Tajwid untuk Meningkatkan Kapasitas Guru TK/TPA Kutim

KUTAI TIMUR - Dua Babinsa Koramil 0909-05/Muara Bengkal dari Kodim 0909/Kutai Timur, Serma Suripto dan…

60 menit ago

Setetes Darah Prajurit untuk Pasien, Kepedulian Yonif TP 859 Terlihat di Supiori

SUPIORI - Personel Yonif TP 859/RBK kembali menunjukkan kepedulian kemanusiaan melalui kegiatan donor darah kepada…

3 jam ago