KODIM

Kehangatan Tradisi Kenduri Jerat di Aceh Jaya, Babinsa Koramil 04/Krueng Sabee Turut Hadir Perkuat Kebersamaan Warga

&NewLine;<p><strong>ACEH JAYA – <&sol;strong>Suasana hangat penuh kekhidmatan terasa di Masjid An-Nur&comma; Desa Dayah Baro&comma; Kecamatan Krueng Sabee&comma; Sabtu &lpar;02&sol;05&sol;2026&rpar;&period; Warga berkumpul dalam sebuah tradisi yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat&comma; yakni kenduri jerat&period; Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpul&comma; tetapi juga menjadi ruang spiritual yang menyatukan doa&comma; harapan&comma; dan kebersamaan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Di tengah kegiatan tersebut&comma; kehadiran Babinsa Koramil 04&sol;Krueng Sabee Kodim 0114&sol;Aceh Jaya&comma; Koptu Junni&comma; menambah makna tersendiri&period; Ia tampak berbaur bersama masyarakat&comma; mengikuti rangkaian acara mulai dari yasinan&comma; zikir bersama&comma; hingga doa dan tausiyah&period; Kehadirannya bukan hanya sebagai aparat kewilayahan&comma; tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merasakan nilai-nilai kebersamaan yang terbangun dalam tradisi tersebut&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Kenduri jerat sendiri merupakan salah satu tradisi yang masih dijaga oleh masyarakat Aceh&comma; khususnya di wilayah pedesaan&period; Tradisi ini biasanya digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan&period; Dalam praktiknya&comma; warga membawa hidangan sederhana yang kemudian disantap bersama setelah rangkaian ibadah selesai&period; Suasana kekeluargaan terasa begitu kental&comma; mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan solidaritas sosial&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Sejak sore hari&comma; warga sudah mulai berdatangan ke masjid dengan membawa berbagai sajian&period; Ada yang membawa nasi&comma; lauk pauk&comma; hingga kue tradisional&period; Semua disusun rapi dan nantinya akan dinikmati bersama tanpa memandang latar belakang&period; Momen seperti ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam kehidupan bermasyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan Surah Yasin yang dipimpin oleh tokoh agama setempat&period; Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di dalam masjid&comma; menciptakan suasana yang menenangkan&period; Setelah itu&comma; kegiatan dilanjutkan dengan zikir bersama yang diikuti oleh seluruh jamaah dengan penuh khusyuk&period; Doa-doa dipanjatkan&comma; tidak hanya untuk keselamatan pribadi&comma; tetapi juga untuk kebaikan desa dan seluruh masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Pada sesi tausiyah&comma; warga mendapatkan siraman rohani yang mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan sesama manusia dan memperkuat keimanan&period; Pesan-pesan yang disampaikan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari&comma; sehingga mudah dipahami dan diresapi oleh jamaah yang hadir&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Koptu Junni menyampaikan bahwa kehadirannya dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari upaya untuk terus menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat&period; Menurutnya&comma; momen kebersamaan seperti kenduri jerat menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan antara TNI dan warga&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Lebih dari sekadar menghadiri kegiatan&comma; interaksi langsung seperti ini juga membuka ruang bagi Babinsa untuk memahami kondisi sosial masyarakat secara lebih dekat&period; Dengan demikian&comma; setiap permasalahan yang muncul di lingkungan dapat lebih cepat diketahui dan dicarikan solusi secara bersama-sama&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Bagi warga Desa Dayah Baro&comma; kenduri jerat bukan hanya tradisi&comma; tetapi juga menjadi sarana memperkuat rasa persaudaraan&period; Di tengah kesibukan sehari-hari&comma; kegiatan ini menjadi momen berharga untuk saling bertemu&comma; berbagi cerita&comma; dan mempererat hubungan antarwarga&period; Tidak jarang&comma; berbagai persoalan yang ada di masyarakat justru bisa diselesaikan secara informal dalam suasana santai seperti ini&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Selain itu&comma; kegiatan ini juga memiliki dampak positif dalam menjaga nilai-nilai budaya lokal agar tetap lestari&period; Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang&comma; tradisi seperti kenduri jerat menjadi identitas yang membedakan dan memperkaya kehidupan masyarakat Aceh&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Kehadiran unsur TNI dalam kegiatan sosial keagamaan seperti ini juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat&period; Hal ini menunjukkan bahwa peran Babinsa tidak hanya terbatas pada aspek keamanan&comma; tetapi juga aktif dalam mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di wilayah binaannya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Menjelang akhir acara&comma; suasana semakin hangat saat warga bersama-sama menikmati hidangan yang telah dibawa&period; Tawa dan obrolan ringan terdengar di berbagai sudut&comma; menciptakan gambaran nyata tentang keharmonisan yang terjalin di tengah masyarakat&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Kenduri jerat di Desa Dayah Baro menjadi contoh bagaimana tradisi&comma; spiritualitas&comma; dan kebersamaan dapat berjalan seiring&period; Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini semakin memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat&comma; sekaligus menunjukkan bahwa nilai kebersamaan tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan sosial&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Di tengah berbagai tantangan zaman&comma; kegiatan sederhana namun sarat makna seperti ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah komunitas terletak pada kebersamaan dan kepedulian antar anggotanya&period; Tradisi mungkin akan terus berkembang&comma; namun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap relevan untuk dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya&period;&lpar;0114&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;

Admin

Recent Posts

Babinsa Koramil 1203-13/MHS Pererat Kedekatan dengan Warga Melalui Komsos di Pesaguan Kiri

Ketapang – Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah binaan, Babinsa Koramil 1203-13/MHS, Sertu…

14 menit ago

Kodim 1006/Banjar Lanjutkan Pembangunan Jembatan Gantung di Desa Lok Tunggul

BANJAR - Pembangunan Jembatan Garuda sebagai bagian dari program Presiden Republik Indonesia terus berjalan dan…

26 menit ago

Gotong Royong di Simeulue, Parit dan Jalan Dibersihkan dari Sampah

‎SIMEULUE - Koptu Alip, Babinsa Koramil 04/Salang, Kodim 0115/Sml, Korem 012/Tu, melaksanakan kerja bakti pembersihan…

31 menit ago

Satgas TMMD Kodim 1509/Labuha Dapat Apresiasi dari Pangdam

HALMAHERA SELATAN – Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto selaku Pengendali Kegiatan Operasi (PKO) TMMD,…

35 menit ago

Peluang Jadi Prajurit Wanita Dibuka, Babinsa Aceh Jaya Ajak Siswi SMA Persiapkan Diri Sejak Dini

ACEH JAYA – Kesempatan untuk bergabung menjadi prajurit TNI Angkatan Darat, khususnya Korps Wanita Angkatan…

1 jam ago

TNI dan Warga Gotong Royong Pasang Besi Angkur Jembatan di Kotabaru

KOTABARU – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Limbungan, Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru, terus menunjukkan…

3 jam ago