Barito Kuala – Komandan Kodim (Dandim) 1005/Barito Kuala Letkol Inf Anton Mahriadi, S.Sos. menghadiri kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang dilaksanakan secara daring bersama Presiden Republik Indonesia. Acara berlangsung di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Rabu (07/01).
Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi daerah dan provinsi, antara lain Gubernur Kalimantan Selatan Bpk. H. Muhidin, Danrem 101/Ant Brigjen TNI Ilham Yunus S.Sos., M.Si., Waka Polda Kalsel Brigjen. Pol. Dr. Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi, S.H., S.IK., M.H., Kabinda Kalsel Brigjen Pol Nurrullah,S.H., M.H., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Ir. H. Syamsir Rahman, MS., Kasiter Rem 101/Ant Kolonel Inf Ferizal. R, Dandim 1005/Barito Kuala Letkol Inf Anton Mahriadi., S.Sos., Bupati Barito Kuala Dr. H. Bahrul Ilmi, S.H., M.H., Kapolres Barito Kuala AKBP Anib Bastian,S.I.K.,M.H., Danlanal Banjarmasin diwakili oleh Wadan Lanal Letkol Pelaut Wisnu, Danlanud Syamsudin Noor Banjarmasin di wakili oleh Mayor Dr. Ika, Kadistan Kab.Batola Dr.H Wahyu Wiguna,S.A.P.,M.S., Para Danramil dan Plh wilayah Kodim 1005/ Batola dan Para Petani Wilayah Kec. Anjir Muara.
Kehadiran Dandim 1005/Barito Kuala Letkol Inf Anton Mahriadi menjadi sorotan penting, menegaskan komitmen TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui sinergi dengan pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan masyarakat tani.
Dalam sambutannya, Bupati Barito Kuala Dr. H. Bahrul Ilmi menyampaikan capaian bantuan pertanian dari Kementerian Pertanian pada tahun 2024–2025, di antaranya ratusan unit traktor, rice transplanter, combine harvester, pompa air, serta sarana produksi berupa benih padi, pupuk, dan insektisida.
Musim tanam 2024/2025 mencatat luas tanam padi sebesar 120.538 hektar dengan luas panen 112.514 hektar, menghasilkan perkiraan produksi 396.386 ton gabah kering panen (GKP). Pada tahun 2026, pemerintah daerah juga telah menganggarkan lebih dari Rp1 miliar untuk mendukung pengembangan budidaya padi melalui penyediaan benih, pupuk, dan pestisida.
Gubernur H. Muhidin menegaskan bahwa panen raya ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia atas arahan Presiden RI. Ia menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda Kalsel atas kerja sama yang membawa Kalimantan Selatan meraih peringkat ketiga nasional dalam hasil panen.
Gubernur juga menyoroti peran aktif TNI dalam pencetakan sawah serta Polda Kalsel dalam program penanaman jagung, yang menjadi bukti nyata kolaborasi lintas instansi untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
Letkol Inf Anton Mahriadi hadir langsung mendampingi jajaran Forkopimda dalam kegiatan ini. Kehadiran beliau menegaskan peran strategis TNI AD, khususnya Kodim 1005/Barito Kuala, dalam mendukung program swasembada pangan.
Dandim menekankan pentingnya sinergi antara aparat, penyuluh, dan petani agar produktivitas pertanian terus meningkat. Dukungan TNI di lapangan, baik melalui pendampingan maupun program cetak sawah, menjadi bagian integral dari upaya pemerintah mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.
Dalam sambutan yang disampaikan secara daring, Presiden Republik Indonesia menyatakan rasa syukur atas keberhasilan Indonesia kembali mencapai swasembada pangan. Presiden menekankan bahwa bangsa Indonesia harus senantiasa waspada, berani menghadapi tantangan, dan mampu mengoptimalkan kekayaan alam yang dimiliki.
Presiden bersama jajaran terkait juga meninjau aktivitas petani dengan dukungan teknologi modern, seperti penggunaan drone pertanian, alsintan otomatis, pompa air, serta benih unggul. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan meringankan beban kerja petani.
Kegiatan Panen Raya di Kecamatan Anjir Muara menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dalam mengoptimalkan lahan rawa pasang surut untuk pertanian padi. Kehadiran Dandim 1005/Barito Kuala Letkol Inf Anton Mahriadi bersama jajaran Forkopimda memperkuat komitmen sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat tani.
Dengan semangat kebersamaan, diharapkan ketahanan pangan di Kalimantan Selatan semakin kokoh, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal dan mendukung program nasional menuju swasembada pangan berkelanjutan.(1005).






