<p><strong>Aceh Barat &#8211;</strong> Dandim 0105/Abar Letkol Inf Hendra Mirza, S.E., M.Si., diwakili Pasi Ops Kapten Inf Andika Trio Utama, S.H., menghadiri kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana serta Penyusunan Rencana Kontijensi yang digelar di Gedung BPBD Jalan Beringin Maju Desa Seuneubok Kecamatan Johan Pahlawan, Senin (9/12/2024)</p>



<p>Kegiatan ini juga tampak dihadiri oleh Plt. Kepala Pelaksana BPBD Said Wahyu, ST., M.Sc (LA), Kabag Ops Polres Aceh Barat AKP Rizal Firmansyah, Anggota RAPI Nouval Farabi, Anggota ORARI Ardiansyah, Anggota Tagana Diantho, UMPK UTU Nuri Susanti, Anggota Basarnas Liza Irwansyah, Dinas Sosial Firdaus, serta para anggota staf BPBD dan Keuchik se &#8211; Kabupaten Aceh Barat.</p>



<p>Dalam kesempatan ini, Kalak BPBD Said Wahyu, ST., M.Sc (LA) menyampaikan bahwa ajang ini menjadi momentum untuk membangun koordinasi dan komunikasi semua pihak dalam upaya mengantisipasi bencana alam khususnya yang terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Barat.</p>



<p>&#8220;Di Aceh Barat ada dua peristiwa alam yang sering terjadi yakni manakala musim kemarau/panas akan terjadi kebakaran dan musim penghujan akan terjadi kebanjiran. Mitigasi bencana merupakan kegiatan pra &#8211; bencana guna mengukur atau mengetahui potensi bencana, sehingga sejak dini dapat diketahui seberapa besar dampak bencana yang akan terjadi. Sedangkan kontijensi adalah upaya untuk merencanakan peristiwa kemungkinan terjadi, namun peristiwa tersebut belum tentu terjadi&#8221;, gamblang Said Wahyu</p>



<p>Masih dalam kesempatan yang sama, Dandim 0105/Abar Letkol Inf Hendra Mirza, S.E., M.Si., melalui Pasi Ops Kapten Inf Andika Trio Utama, S.H., menambahkan bahwa pelatihan ini sangatlah penting guna memberikan informasi tentang prosedur bagaimana evakuasi yang efektif, efisien, aman dan dapat menghindari bahaya dengan langkah &#8211; langkah yang diambil manakala terjadi bencana alam berupa banjir, karhutla, gempa bumi, cuaca ekstrem hingga tsunami.</p>



<p>&#8220;Mitigasi bencana dapat dilakukan dengan simulasi langsung melatih masyarakat bagaimana dalam merespon bencana secara praktis dan menanggapi peringatan dini dengan cepat. Kemudian bagaimana mekanisme evakuasi korban dan harta benda pada saat menyikapi terjadinya bencana. Semua ini merupakan langkah krusial untuk meminimalisir kerugian dan kerusakan. Untuk itu, pelatihan ini seyogyanya menjadi aspek mendasar dan sebagai acuan untuk membangun pemahaman, kesadaran, kepedulian dan tanggung jawab semua pihak tentang pentingnya upaya penanganan bencana alam baik sebelum, selama/saat dan sesudah/pasca bencana&#8221;, papar Kapten Inf Andika</p>

Barito Kuala – Komando Distrik Militer (Kodim) 1005/Barito Kuala terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan…
Banjarbaru – Koramil 1006-12/Liang Anggang menunjukkan peran aktif dalam kegiatan Karya Bakti dalam rangka memperingati…
TAPIN — Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali terwujud nyata dalam pembangunan Jembatan…
Nagan Raya - TNI bersama Warga laksanakan Pengecoran lantai atas Jembatan Aramco, beton dituangkan ke…
BOALEMO – Semangat gotong royong membelah keterisolasian di Desa Bualo, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo. Prajurit…
Meulaboh – Danrem 012/TU Kolonel Inf Windarto S.Sos., M.M. menekankan kepada seluruh prajurit agar senantiasa…