HULU SUNGAI SELATAN – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya dilakukan melalui patroli dan pemadaman, tetapi juga dengan membangun kesadaran masyarakat sejak dini. Salah satunya melalui edukasi kepada kalangan pelajar yang dinilai memiliki peran penting dalam menyebarluaskan pemahaman tentang bahaya Karhutla.
Hal tersebut terlihat saat Tim Penyuluhan Karhutla dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) menggelar sosialisasi dan edukasi di Aula MAN 3 Hulu Sungai Selatan (HSS), Desa Tambak Bitin, Kecamatan Daha Utara, Sabtu (7/11/2026).
Tim yang dipimpin Mayor Ctp Yudhi Prayitno bersama lima personel, didampingi Kolonel Arm Suharyanto, S.Sos., selaku Patun Seskoad, memberikan pemahaman kepada perwakilan siswa-siswi mengenai bahaya Karhutla, dampak yang ditimbulkan, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahannya, terutama menghadapi musim kemarau.
Pemilihan lingkungan sekolah sebagai sasaran penyuluhan bukan tanpa alasan. Para pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan sekaligus pelopor kepedulian terhadap lingkungan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa dibekali pengetahuan agar dapat mengenali potensi bahaya Karhutla dan memahami pentingnya menghindari aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran. Pengetahuan itu diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga maupun lingkungan tempat tinggal masing masing.
Mayor Ctp Yudhi Prayitno menjelaskan, penyuluhan dengan turun langsung ke lapangan dan membangun komunikasi secara tatap muka merupakan salah satu langkah penting dalam mempercepat upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.
Menurutnya, keberhasilan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kepedulian serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, edukasi harus terus dilakukan agar kesadaran masyarakat semakin meningkat.
Selain memperkuat pemahaman tentang Karhutla, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun komunikasi dan mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Ia berharap, melalui penyuluhan di lingkungan pendidikan tersebut, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kepedulian dan keberanian untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan serta bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla.
Dengan demikian, upaya pencegahan Karhutla dapat dimulai dari lingkungan sekolah, keluarga hingga masyarakat luas, sehingga ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat diminimalkan.(1003).






