banner 120x600
KODIM  

‎Di Tengah Keterbatasan Air dan Angin Kencang, TNI Bersama Warga Sukses Kendalikan Kebakaran Lahan di Bakumpai‎

Barito Kuala — Di tengah tantangan musim kemarau yang semakin memuncak, jajaran Kodim 1005/Barito Kuala segera turun ke lapangan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Koramil 01/Bakumpai, tepatnya di sepanjang Jalan AES Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala pada Selasa (03/11).
‎
‎Begitu menerima laporan adanya titik api, tim gabungan yang terdiri dari Babinsa, tim Damkar Kodim 1005/Barito Kuala, Anggota Yonif TP, petugas Damkar, relawan, dan warga sekitar segera bergerak menuju lokasi kejadian. Di lokasi terlihat kepulan asap tebal membungkus lahan semak belukar dan pohon galam seluas sekitar 3 hektar, sementara api sempat menyebar cepat akibat tiupan angin kencang dan keterbatasan sumber air di sekitar lokasi.
‎
‎Kapten Inf Sugianto, Pasi Ops Kodim 1005/Barito Kuala menjelaskan bahwa tim telah mengerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk membendung penyebaran api sebelum menjangkau pemukiman warga. “Kami langsung mengerahkan seluruh elemen yang siap bertugas begitu laporan masuk, karena kami tahu risiko api akan cepat meluas mengingat sumber air yang sudah mengering dan angin yang cukup kencang hari ini,” ujarnya saat memantau operasi pemadaman di lokasi. Ia menambahkan bahwa kerja sama gotong‑royong antara TNI, petugas penanggulangan bencana, dan warga menjadi kunci utama agar api dapat dikendalikan dengan cepat.
‎
‎Setelah berjuang selama berjam‑jam, tim gabungan berhasil memadamkan seluruh titik api yang ada di lokasi kejadian. Saat ini kondisi lahan sudah aman dan tidak ada lagi api yang membara, meskipun tim masih melakukan pemantauan berkelanjutan untuk mencegah munculnya api sisa atau titik api baru.
‎
‎Kapten Inf Sugianto juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat di wilayah Barito Kuala untuk tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan selama musim kemarau berlangsung. “Kami terus melakukan patroli pencegahan di sejumlah titik rawan karhutla, namun upaya ini tidak akan maksimal tanpa kesadaran dari masyarakat sendiri untuk tidak membakar sisa tanaman atau semak belukar,” tegasnya.
‎
‎Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini, meskipun lahan semak belukar dan pohon galam seluas sekitar 3 hektar menjadi dampak dari kebakaran tersebut. Tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pemantauan pasca‑kebakaran guna memastikan kondisi wilayah benar‑benar aman dari bahaya kebakaran kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *