banner 120x600
KOREM  

Air Lawe Soraya Meluap ke Cot Bayu, Jalan 500 Meter Terendam dan Puluhan Jiwa Mengungsi

ACEH SELATAN – Luapan Lawe Soraya yang bersumber dari Kota Subulussalam menyebar ke wilayah Desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan pada Kamis (29/10/2026), menyebabkan genangan di akses jalan dan merendam permukiman warga.

Berdasarkan pemantauan Babinsa jajaran Kodim 0107/Aceh Selatan bersama BPBD Aceh Selatan, genangan di Desa Cot Bayu membentang sepanjang kurang lebih 500 meter pada akses jalan dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 60 sentimeter. Air juga menggenangi bagian depan aproximadamente 30 rumah warga dengan ketinggian diperkirakan 45 sentimeter.

Dampak banjir membuat 14 kepala keluarga atau 56 jiwa memilih mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sebagian warga menempati TPA Desa Cot Bayu, sedangkan lainnya berlindung di rumah kerabat yang tidak terdampak banjir.

Batuud Koramil 09/Trumon Tengah, Peltu Bambang, mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meskipun ketinggian air di lokasi tertentu mulai berkurang. Perubahan debit sungai dan kondisi cuaca masih perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi permukiman yang berada di kawasan rawan banjir.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sepanjang aliran Lawe Soraya dan kawasan rawan banjir, agar tetap waspada. Banjir yang sebelumnya terjadi di Lhok Raya dan kini menggenangi Cot Bayu menjadi pengingat bahwa kondisi air harus terus dipantau. Jangan menunggu sampai air semakin tinggi untuk menyelamatkan diri,” tegas Peltu Bambang.

Ia juga meminta warga mengamankan barang berharga dan dokumen penting serta memprioritaskan keselamatan anak-anak, lansia, dan anggota keluarga yang membutuhkan bantuan. Apabila air terus meningkat atau akses keluar mulai terancam, warga diminta segera berpindah ke tempat yang lebih tinggi dan aman.

Di lokasi terdampak, Babinsa Koramil 09/Trumon Tengah bersama BPBD dan unsur terkait terus memantau perkembangan genangan, mendata rumah serta warga terdampak, dan menyampaikan imbauan keselamatan. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan petugas untuk menghindari risiko selama situasi belum sepenuhnya aman.

Dandim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., melalui jajaran kewilayahan menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi perkembangan banjir. Pemantauan harus dilakukan secara berkelanjutan, sementara koordinasi antarpihak perlu diperkuat agar langkah penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Di tengah ancaman luapan sungai, kewaspadaan menjadi faktor penting untuk melindungi keselamatan masyarakat. Warga di kawasan rawan banjir diharapkan tidak mengabaikan perubahan kondisi air dan segera melakukan langkah penyelamatan apabila risiko di lingkungan masing-masing meningkat.(Pr012)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *