BARITO KUALA – Pangdam XXII/Tambun Bungai melalui perwakilan Dandim 1005/Barito Kuala Letkol Inf Anton Mahriadi, S.Sos., menyerahkan tali asih kepada keluarga almarhum Saudara Nurdin sebagai bentuk perhatian atas pengorbanannya.
Penyerahan tali asih dilakukan pada Jumat (23/10) di rumah keluarga almarhum di Jalan Padat Karya, Kompleks Kayu Bulan Blok H1 No. 18, Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin. Nurdin dikabarkan meninggal saat memadamkan api karhutla di wilayah Handil Bhakti.
Pasi Intel Kodim 1005/Barito Kuala Kapten Inf M. Sukardi bersama anggota Unit Intel Pelda A. Koprawi mendampingi Dandim selama kunjungan dan turut menyaksikan penyerahan tali asih serta penyampaian pesan resmi Pangdam kepada keluarga yang ditinggalkan. Dandim menyatakan kunjungan ini bukan sekadar pemberian bantuan, tetapi bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat yang berduka.
“Saya mewakili Pangdam XXII/Tambun Bungai menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa Bapak Nurdin; kami berdoa agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan, kekuatan, dan ketenangan dalam menghadapi ujian berat ini,” ujar Letkol Inf Anton Mahriadi, S.Sos., saat menyampaikan pesan Pangdam kepada keluarga.
Dandim menegaskan bahwa kehadiran Kodim merupakan wujud semangat TNI kuat bersama rakyat, bukan hanya beroperasi di garis depan penanggulangan bencana tetapi juga mendampingi warga yang membutuhkan dukungan moral.
Lebih lanjut, Dandim menyampaikan imbauan Pangdam agar masyarakat waspada menghadapi musim kemarau yang masih berlangsung karena meningkatkan risiko kebakaran lahan dan permukiman. “Musim kemarau yang kering ini membuat api dapat dengan cepat menyebar. Itulah sebabnya kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati, menahan diri dari membakar lahan bekas tanaman padi maupun membakar sampah secara sembarangan, karena satu percikan api dapat berubah menjadi bencana besar,” lanjutnya menyampaikan seruan Pangdam. Ia juga menyampaikan harapan bersama agar musim kemarau ini segera berlalu, hujan segera turun, dan ancaman kebakaran hutan serta lahan di wilayah Kalimantan Selatan dapat segera teratasi dengan baik.
Menurut Letkol Inf Anton Mahriadi, S.Sos., penyerahan tali asih juga untuk memberi dukungan kepada keluarga yang dua kali mengalami musibah, yakni kehilangan Nurdin saat bertugas memadamkan karhutla dan sebelumnya mengalami kebakaran rumah. “Kegiatan ini memperkuat sinergi dan kedekatan TNI dengan rakyat, sekaligus menegaskan komitmen Kodim 1005/Barito Kuala untuk selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama saat sedang tertimpa musibah,” tegasnya. Beliau mengajak seluruh warga untuk saling mengingatkan, meningkatkan kesiapsiagaan, segera melapor kepada aparat atau petugas apabila melihat tanda-tanda kebakaran, serta ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan karhutla di lingkungan masing-masing.
Penyerahan tali asih diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjadi pengingat kolektif akan pentingnya pencegahan karhutla. Kodim 1005/Barito Kuala menyatakan akan terus berkoordinasi dengan BPBD, Damkar, pemerintah kota, serta unsur masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, serta memberikan dukungan kepada warga yang membutuhkan di wilayah tugasnya.(1005).






