TAPIN – Isu kebakaran kembali muncul di Jalan Holing, Desa Suato Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin pada Selasa (6/10) ketika semak belukar terbakar. Api yang menghanguskan sekitar 4 hektare akhirnya dapat dipadamkan melalui kerja bersama di lapangan.
Penanganan dilakukan secara bersama-sama melibatkan Satgas Karhutla Kodim 1010/Tapin, BPBD Kabupaten Tapin, anggota Koramil Tapin Selatan, BPK RMT, Tim Relawan Muda Tapin Selatan, Tim Rescue Tapin, serta Tim Rescue PT Antang Gunung Meratus.
Tim gabungan menurunkan lima unit sarana pemadam, termasuk armada water tank PT TDK, guna memutus penyebaran api dan memastikan titik-titik yang terbakar tidak kembali menyala.
Pasiops Kodim 1010/Tapin Kapten Inf Asep mengatakan, keterlibatan personel TNI merupakan bentuk perbantuan dan sinergi bersama unsur terkait dalam menangani karhutla di wilayah Kabupaten Tapin.
“Kami dari Kodim 1010/Tapin bersama Koramil turut membantu penanganan di lapangan. Yang paling penting adalah bagaimana api bisa segera dikendalikan dan tidak meluas, tentunya dengan koordinasi bersama BPBD dan seluruh unsur yang terlibat,” ujar Asep.
Dia menambahkan bahwa luas area yang terbakar membuat penanganan harus dilakukan secara kolektif. Personel TNI terus berkomunikasi dengan BPBD, relawan, dan unsur lain untuk mempercepat proses pemadaman.
“Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi seluruh unsur sangat penting, mulai dari pemadaman hingga memastikan kondisi di lokasi benar-benar aman,” tambahnya.
Tim di lapangan memperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai ±4 hektare. Tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun warga yang terdampak langsung akibat kebakaran tersebut.
Perkembangan terakhir menyebutkan seluruh titik api telah berhasil dipadamkan, namun petugas tetap memantau lokasi untuk mencegah kebakaran ulang karena kondisi semak belukar yang mudah terbakar.
Sampai saat ini penyebab kebakaran belum diketahui dan masih ditangani serta didata oleh pihak terkait.
Sinergi antara TNI, BPBD, BPK, relawan dan unsur perusahaan tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan karhutla, sekaligus mencegah api meluas ke kawasan lainnya.(1010).






