banner 120x600
KODIM  

Ajakan Lawan Karhutla, Tim Sesko TNI Gelar Sosialisasi di Sangatta Utara

KUTAI TIMUR – Sosialisasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) digelar Tim Penyuluhan Karhutla Sesko TNI Dikreg LVI TA 2026 di Kantor Kecamatan Sangatta Utara pada Senin (7/9/2026) sebagai bagian dari penguatan upaya pencegahan di Kabupaten Kutai Timur.

Acara yang dimulai sekitar pukul 09.30 WITA dihadiri Camat Sangatta Utara Hasdiah, S.E., M.Si., Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko, S.H., M.H., Danpos TNI AL Sangatta Utara Peltu Baharuddin, perwakilan Danramil 0909-01/Sangatta Peltu Haris, KPHP Bengalon M. Sofianor, unsur TNI-Polri, pemerintah desa, penyuluh pertanian, pemadam kebakaran, Forum RT, serta sekitar 35 tamu dan undangan.

Narasumber pada kegiatan ini berasal dari berbagai pucuk, yaitu Kol Sus Jerry Krisdianto dari Mabes AU, Mayor CKE Tatang Endriawan dari Mabesad, Mayor Czi Nurkholis dari Mabesad, dan Kapten CKE Hendi dari Mabesad.

Dalam sambutannya, Camat Sangatta Utara Hasdiah, S.E., M.Si. menginformasikan bahwa pihaknya telah membuka posko penanganan Karhutla di halaman Kantor Kecamatan untuk memperkuat koordinasi dan pemantauan wilayah setempat.

Pemerintah kecamatan juga menyebut beberapa lokasi yang menjadi fokus pantauan, yakni Kenyamukan, Singa Gembara, dan Teluk Lingga, serta mengimbau kelompok tani dan pendamping agar tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran.

Mayor CKE Tatang Endriawan menerangkan bahwa penyuluhan dimaksudkan untuk memberi imbauan, meningkatkan kesadaran warga, serta menggali masukan terkait pencegahan dan penanganan Karhutla.

Dia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut termasuk upaya TNI mendukung penanganan Karhutla di Kalimantan dengan pengerahan sekitar 1.500 personel TNI.

Mayor CKE Tatang Endriawan juga mengingatkan agar mewaspadai kondisi kebakaran lahan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan yang dapat memunculkan kabut asap dan mengganggu kegiatan masyarakat, termasuk penerbangan.

Selanjutnya, Mayor CKE Hendi menyampaikan materi tentang pencegahan dan penanggulangan Karhutla yang dilanjutkan oleh sesi tanya jawab dengan peserta kegiatan.

Penyuluhan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat, tetapi juga memperkuat koordinasi lintas sektor antara TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, pemadam kebakaran, penyuluh pertanian, dan masyarakat.

Di Kutai Timur kondisi Karhutla saat ini masih relatif terkendali, namun cuaca yang cenderung panas dan kering membuat potensi kebakaran tetap harus diantisipasi melalui patroli, pemantauan titik panas, kesiapsiagaan personel dan peralatan, serta cepatnya pelaporan.

Tim penyuluh menekankan pentingnya deteksi dini dan verifikasi informasi hotspot karena tidak semua titik panas adalah Karhutla sehingga pengecekan lapangan dibutuhkan untuk memastikan kondisi sebenarnya dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi berakhir sekitar pukul 12.00 WITA dalam keadaan aman dan lancar. Sinergi seluruh unsur dan peran aktif masyarakat menjadi kunci dalam menjaga Kutai Timur dari ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan.(0909).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *