HULU SUNGAI SELATAN – Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan utama dalam membangun desa. Di tengah aktivitas masyarakat, personel Kodim 1003/Hulu Sungai Selatan (HSS) bersama warga bahu-membahu mempercepat pembangunan jembatan beton yang akan diberi nama Jembatan Garuda di Dusun Wawaran, Desa Taniran Kubah, Kecamatan Angkinang, Selasa (14/7/2026).
Jembatan yang sedang dibangun ini bukan sekadar penghubung dua wilayah, tetapi menjadi harapan baru bagi masyarakat. Selama bertahuntahun warga harus melintasi jembatan kayu yang telah lapuk dan rusak, sehingga membahayakan keselamatan, terutama saat membawa hasil panen dari area persawahan.
Melihat kondisi tersebut, Kodim 1003/HSS mengambil langkah nyata dengan membangun jembatan beton yang lebih kokoh, aman, dan memiliki daya tahan tinggi. Kehadiran Jembatan Garuda diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.
Komandan Kodim 1003/Hulu Sungai Selatan, Letkol Inf Ading Priyotantoko, menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan warga.
“Pembangunan jembatan beton ini merupakan implementasi program unggulan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto melalui TNI. Kami ingin menghadirkan infrastruktur yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, mulai dari meningkatkan keselamatan, memperlancar mobilitas, hingga membuka akses ekonomi yang lebih baik,” ungkapnya.
Menurut Dandim, keberadaan Jembatan Garuda nantinya akan mendukung aktivitas masyarakat. Selain mempermudah distribusi hasil pertanian menuju pasar, jembatan tersebut juga akan memperlancar akses anak anak menuju sekolah serta memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan.
“Kami berharap Jembatan Garuda dapat memberikan manfaat jangka panjang. Infrastruktur yang baik akan mendorong kemajuan desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjadi fondasi bagi pembangunan di masa depan,” tambahnya.
Di balik setiap adukan semen dan besi yang terpasang, tampak semangat kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat. Tanpa mengenal lelah, mereka bekerja bergotong royong demi mewujudkan jembatan yang akan menjadi kebanggaan warga Desa Taniran Kubah.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Jembatan Garuda menjadi simbol kuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sinergi yang terjalin dalam setiap tahapan pembangunan membuktikan bahwa kolaborasi dan semangat gotong royong mampu melahirkan infrastruktur yang tidak hanya menghubungkan dua sisi sungai, tetapi juga membuka jalan menuju kehidupan masyarakat yang lebih maju, aman, dan sejahtera di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
@pendim1003






